BANDA ACEH – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, mengapresiasi langkah tegas Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dalam menindak pelaku penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Aceh.
Menurut Dek Gam, penegakan hukum tersebut patut diapresiasi karena berdampak pada kelancaran masyarakat dalam memperoleh BBM bersubsidi, khususnya solar yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan transportasi.
Ia menilai, penindakan terhadap praktik penimbunan BBM merupakan langkah penting untuk menjaga distribusi solar agar berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan secara tidak semestinya.
Diketahui, antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi solar di sejumlah SPBU di Aceh mulai menghilang sejak 19 Oktober 2026. Kondisi ini membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan solar tanpa harus menghadapi antrean panjang seperti sebelumnya.
“Saya mengapresiasi Polda Aceh yang sudah bekerja untuk menangkap para pelaku penimbun solar di Aceh,” kata Nazaruddin Dek Gam, Senin (26/10/2026).
Dek Gam berharap, langkah tegas aparat kepolisian tersebut terus dilakukan agar persoalan distribusi solar bersubsidi tidak kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, ketersediaan BBM yang memadai di SPBU sangat penting, terutama bagi pengemudi angkutan, pelaku usaha, dan masyarakat lain yang bergantung pada solar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Saya berharap pengawasan terhadap penyaluran solar bersubsidi terus diperkuat, sehingga BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat dapat diterima oleh pihak yang berhak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” harapnya.
Selain penindakan hukum, pengawasan berkelanjutan juga dinilai penting untuk mencegah praktik penimbunan dan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi. Dengan demikian, ketersediaan solar di SPBU dapat tetap terjaga dan masyarakat tidak kembali mengalami kesulitan saat mengisi bahan bakar.
Anggota Komisi III DPR RI itu menegaskan, kelancaran distribusi BBM membutuhkan pengawasan yang konsisten serta kerja sama seluruh pihak terkait.
“Saya berharap kondisi SPBU di Aceh yang kini semakin lancar dapat terus dipertahankan demi mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah,” ujarnya.[]


