Cokelat Hitam Bisa Turunkan Risiko Diabetes, Ini Penjelasannya

JAKARTA – Cokelat hitam kaya akan kandungan mineral seperti zat besi, magnesium, dan zinc. Kakao dalam cokelat hitam juga mengandung antioksidan yang disebut flavonoid, yang dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Karena itu, jika dikonsumsi dalam jumlah yang bijak, cokelat hitam dapat memberikan manfaat bagi tubuh.

Kebanyakan orang menyukai cokelat dengan rasa manis. Namun, jenis cokelat yang baik untuk kesehatan adalah cokelat hitam yang memiliki rasa agak pahit. Cokelat hitam atau dark chocolate terbuat dari sekitar 60 persen biji kakao, memiliki warna lebih gelap, serta cita rasa pahit yang khas.

Meski rasanya pahit, cokelat ini tetap nikmat dikonsumsi dan memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, antara lain:

1. Baik untuk Kesehatan Jantung

Cokelat hitam mengandung flavonoid yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, mencegah penggumpalan darah, serta meningkatkan aliran darah ke otak dan jantung.

Konsumsi cokelat hitam secara rutin juga dapat membantu mencegah arteriosklerosis, yaitu pengerasan pembuluh darah yang dapat memicu penyakit jantung. Selain itu, cokelat hitam memiliki sifat antiinflamasi yang dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

2. Mengurangi Risiko Stroke

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi cokelat hitam memiliki risiko lebih rendah terkena stroke dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsinya. Meski demikian, pencegahan tetap harus diimbangi dengan pola hidup sehat dan asupan makanan bergizi.

Baca juga:  Blue Origin Rancang Misi Pemburu Asteroid untuk Lindungi Bumi

3. Memperlambat Proses Penuaan

Cokelat hitam mengandung antioksidan dan flavonoid yang tinggi, yang berfungsi melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Radikal bebas dapat berasal dari proses alami tubuh maupun faktor eksternal seperti asap rokok dan polusi.

Mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti cokelat hitam dapat membantu melindungi tubuh, menurunkan risiko berbagai penyakit, serta memperlambat proses penuaan.

4. Menurunkan Risiko Diabetes

Cokelat hitam murni tanpa tambahan gula memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Selain itu, cokelat hitam membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan memperlancar sirkulasi darah.

Flavonoid dalam cokelat hitam juga berperan dalam mengurangi resistensi insulin, sehingga membantu sel tubuh menggunakan insulin secara lebih efisien dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

5. Memperbaiki Mood

Cokelat hitam mengandung senyawa phenylethylamine (PEA) yang dapat memberikan efek positif pada suasana hati dan fungsi kognitif. Senyawa ini merangsang pelepasan hormon endorfin di otak, sehingga membantu meningkatkan rasa bahagia.

6. Meningkatkan Aliran Darah dan Menurunkan Tekanan Darah

Flavanol dalam cokelat hitam dapat merangsang endotelium (lapisan arteri) untuk menghasilkan nitrat oksida. Senyawa ini membantu melemaskan pembuluh darah, menurunkan resistensi aliran darah, dan berdampak pada penurunan tekanan darah.

Baca juga:  SATGAS DAMAI CARTENZ UNGKAP JARINGAN AMUNISI ILEGAL DI JAYAPURA, SEJUMLAH TERSANGKA DIAMANKAN

7. Melindungi Kulit dari Sinar Matahari

Senyawa bioaktif dalam cokelat hitam bermanfaat bagi kesehatan kulit. Flavanol dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, meningkatkan aliran darah ke kulit, serta menjaga kepadatan dan hidrasi kulit.

Perlu diperhatikan, untuk mendapatkan manfaat maksimal, disarankan mengonsumsi cokelat hitam tanpa tambahan gula, susu, karamel, atau bahan lain.

8. Tameng Alami Melawan Kanker

Radikal bebas yang memicu stres oksidatif dapat merusak sel tubuh dan meningkatkan risiko kanker. Kandungan flavonoid dalam cokelat hitam berperan sebagai antioksidan yang membantu menetralisir radikal bebas.

Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti cokelat hitam dikaitkan dengan risiko pertumbuhan sel kanker yang lebih rendah.

9. Obat Batuk Alami yang Efektif

Kakao mengandung teobromin yang dapat membantu meredakan sakit tenggorokan. Penelitian menunjukkan bahwa teobromin lebih efektif dalam meredakan batuk dibandingkan kodein yang umum digunakan dalam obat batuk.

Dalam uji klinis, kelompok yang mengonsumsi teobromin memiliki daya tahan lebih baik terhadap pemicu batuk dibandingkan kelompok yang menggunakan obat batuk biasa atau plasebo. []

Berita Populer

Berita Terkait