Caffresh: Sabun Inovatif Mahasiswa USK dari Ampas Kopi yang Tembus Pendanaan Nasional

BANDA ACEH – Sekelompok mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh, berhasil mengolah limbah ampas kopi menjadi produk sabun cuci tangan ramah lingkungan.

Dinamai Caffresh, sabun berbahan ampas kopi dan kulit jeruk nipis ini lolos seleksi Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dan meraih pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek.

Tim pengembang Caffresh terdiri dari lima mahasiswa lintas program studi. Putri Nabila, mahasiswa Farmasi, didapuk sebagai ketua tim, dengan anggota Nadhifa Aini, Nasywa Humaira Nasrul, Rifa Azzura (Farmasi), dan Elvira Qurratul Aini (Manajemen). Mereka dibimbing oleh Apt. Fajar Fakri, dosen Farmasi USK.

“Inspirasi produk ini muncul dari keresahan kami melihat limbah ampas kopi yang terus menumpuk. Padahal, jika diolah dengan baik, bisa memberi manfaat bagi kulit,” kata Putri, Jumat, 19 September 2025.

Baca juga:  Prabowo Lebih Untung Jika Tunjukkan Sikap Keberpihakan ke Iran

Secara ilmiah, ampas kopi dikenal mengandung antioksidan yang dapat melindungi kulit dari radikal bebas. Butiran halusnya pun efektif sebagai eksfoliator alami. Sementara kulit jeruk nipis dipilih karena kaya vitamin C, serta senyawa antibakteri seperti tanin, saponin, dan minyak atsiri.

Tak sekadar menonjolkan fungsi, tim Caffresh juga memastikan aspek keamanan produk. Sabun ini diformulasikan dengan pH seimbang dan pelembap tambahan untuk mencegah iritasi kulit. Mereka juga telah melakukan serangkaian uji laboratorium, termasuk uji iritasi, antioksidan, dan antibakteri. Hasilnya, sabun ini dinyatakan aman bahkan untuk kulit sensitif, serta efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri.

“Laboratorium menjadi kunci untuk menguji efektivitas dan menjamin kualitas. Kami ingin produk ini tidak sekadar inovatif, tapi juga benar-benar bekerja,” ujar Fajar Fakri.

Baca juga:  Dewan Pakar Pusat Riset Kita Kreatif USK Laksanakan Visiting Lecturer di UKM

Fajar menambahkan, Caffresh adalah contoh nyata dari kewirausahaan berbasis sains yang menggabungkan nilai keberlanjutan dan kesehatan. “Ini membuktikan bahwa inovasi mahasiswa bisa memberi dampak ganda: menyelesaikan masalah lingkungan dan memberi solusi kesehatan,” ujarnya.

Tim Caffresh berharap kehadiran sabun ini tak hanya menjadi alternatif alami dalam mencuci tangan, tapi juga membuka mata masyarakat terhadap potensi bahan-bahan lokal yang kerap terabaikan.

“Kami ingin membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari hal-hal sederhana, selama ada niat untuk menjaga bumi,” kata Putri.

Setiap tetes Caffresh, kata mereka, adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih hijau. []

Berita Populer

Berita Terkait