Rabu, Februari 11, 2026

BSI Hadirkan Layanan Bank Emas Pertama di Tanah Air

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan layanan Bank Emas dari PT Bank Syariah Indonesia (BSI), menjadikannya sebagai bank syariah pertama yang menghadirkan layanan bank emas di Indonesia. Kehadiran bank emas ini merupakan bagian dari transformasi besar BSI dalam mengembangkan ekosistem keuangan syariah yang lebih modern dan inovatif.

Dalam peresmian yang berlangsung di Gade Tower, Presiden Prabowo menyebutkan bank emas merupakan tonggak sejarah penting bagi Indonesia. Pemerintah menjalankan kebijakan strategis guna mencapai kemandirian ekonomi demi mewujudkan kesejahteraan bangsa.

“Ternyata kekayaan kita besar, potensi besar, karena itu pengelolaannya harus lebih cerdas, teliti, hati-hati dan transparan. Hari ini, pertama kali dalam sejarah, Indonesia yang memiliki cadangan emas nomor enam di dunia, akhirnya memiliki bank emas. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkannya,” ujar Prabowo, Rabu (26/2/2025).

Presiden menegaskan Indonesia merupakan negara kaya dengan produksi emas yang meningkat dari 100 ton per tahun menjadi 160 ton. Oleh karena itu, ekosistem emas nasional harus semakin diperkuat dengan kehadiran bank emas.

“Kita perbaiki ekosistem pelayanan karena akan mempercepat tabungan dan meningkatkan cadangan emas kita. Hulu hingga hilir emas diproduksi dan disimpan di dalam negeri,” tegasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan hadirnya bank emas menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ekosistem, alur pasok dan perdagangan emas nasional. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia mampu melangkah maju dan semakin mandiri.

Erick menjelaskan potensi cadangan emas Indonesia yang mencapai 2.600 ton menempatkan negara ini di posisi keenam terbesar di dunia. Namun, simpanan emas dalam bentuk batangan baru mencapai 201 ton, sehingga perlu optimalisasi melalui bank emas.

“Artinya, kita bisa meningkatkan cadangan emas nasional. Dalam lima tahun ke depan akan ada peningkatan yang luar biasa,” ujar Erick optimistis.

Erick juga menyebut masyarakat Indonesia menyimpan sekitar 1.800 ton emas secara mandiri. Dengan hadirnya bank emas, pemerintah berharap dapat mengajak masyarakat untuk lebih percaya terhadap sistem keuangan formal.

“Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa ini adalah sistem keuangan yang aman. Layanan bank emas akan memudahkan masyarakat untuk mengalirkan simpanan emasnya ke dalam perdagangan emas nasional,” katanya.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN atas dukungan penuh terhadap hadirnya bullion bank services atau bank emas di Indonesia. BSI, kata Hery, mengapresiasi kesempatan yang diberikan dan akan menjalankan amanah ini sebaik mungkin sebagai pelopor industri bank emas syariah.

“Ini adalah bagian dari transformasi dan inovasi yang terus dilakukan BSI agar dapat tumbuh secara berkelanjutan. Pengembangan bisnis bank emas BSI sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, yang bertujuan untuk melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah dalam negeri, khususnya dalam sektor ekosistem emas,” ujar Hery.

BSI telah mendapatkan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan bank emas, melalui Surat OJK No. S-53/PB.22/2025 pada 12 Februari 2025. Izin tersebut mencakup dua kegiatan usaha utama, yaitu Penitipan Emas dan Perdagangan Emas.

Ke depan, BSI akan melanjutkan proses perizinan untuk layanan lainnya seperti Pembiayaan Emas dan Penyimpanan Emas. Produk bank emas ini melengkapi ekosistem emas BSI yang sudah ada, seperti Gadai Emas, Cicil Emas, dan BSI Emas Digital, dengan total emas kelolaan saat ini mencapai 17,5 ton.

“Produk bank emas BSI dirancang secara inklusif dan digital, memberikan akses kepada masyarakat baik yang baru memulai investasi maupun yang sudah berpengalaman. Kami menawarkan investasi emas mulai dari 0,05 gram dengan nilai kurang dari Rp100.000, yang dapat diakses melalui platform digital BYOND by BSI. Dengan demikian, masyarakat dapat berinvestasi kapan saja dan di mana saja tanpa batasan lokasi dan waktu,” tutur Hery.

Dalam peresmian ini, BSI memperkenalkan tiga branding utama produk bank emas, yaitu BSI Emas Digital, BSI Gold dan BSI ATM Emas. Bahkan, BSI ATM Emas menjadi yang pertama di Indonesia yang dimiliki oleh bank emas.

“Kami berharap dengan hadirnya layanan ini, bisnis bank emas BSI dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan. Saat ini, omzet bisnis emas di BSI mencapai Rp28,7 triliun. Kami juga berharap dapat memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data perseroan, pembiayaan bisnis emas di BSI pada tahun 2024 mencapai Rp12,80 triliun, tumbuh 78,17 persen year on year (yoy), mencakup layanan gadai emas dan cicil emas. Bank Emas BSI memiliki beberapa keunggulan, di antaranya sebagai bank emas syariah pertama di Indonesia, menawarkan BSI Gold dengan kadar 99,99 persen SNI serta bersertifikat MUI, dan didukung oleh lebih dari 110 ribu jaringan BSI Agen di seluruh Indonesia yang melayani transaksi emas BSI.

Hery optimistis kehadiran BSI sebagai bank emas syariah pertama di Indonesia akan menjadi game changer dalam memberikan diversifikasi instrumen investasi syariah yang aman, mudah dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Dia menegaskan bahwa total omzet bisnis emas BSI saat ini mencapai Rp28,7 triliun dengan potensi volume transaksi setara 250 ton dalam lima tahun ke depan.

“Kami berkomitmen untuk memperkuat peran BSI dalam menghadirkan one-stop solution layanan syariah dan memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian serta pendalaman sektor keuangan syariah,” tutup Hery. []

Berita Populer

Berita Terkait