Kamis, Februari 12, 2026

‎BMKG Peringatkan Bibit Siklon Tropis 95B, Aceh hingga Riau Terancam

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang mengancam wilayah Aceh hingga Riau seiring penguatan Bibit Siklon Tropis 95B yang terpantau sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka. Sistem tersebut menunjukkan peningkatan intensitas dan memicu hujan lebat hingga ekstrem serta angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera.

‎Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan masyarakat di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam waktu dekat. Dia menyebut lembaganya terus memantau perkembangan Bibit Siklon 95B dan telah meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah mitigasi.

‎“Pemerintah daerah siaga terhadap potensi dampak dari cuaca ekstrem seperti potensi banjir, banjir pesisir, dan pohon tumbang akibat angin kencang. Khusus bagi nelayan dan pelaku transportasi laut harus benar-benar memperhatikan kondisi gelombang tinggi yang berisiko menganggu keselamatan pelayaran. Keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama kita bersama,” kata Faisal dalam keterangannya, Rabu, 26 November 2025.

‎Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan berdasarkan analisis pada 26 November 2025 pukul 01.00 WIB, sistem 95B masih berada di dekat perairan timur Aceh dan memicu pertumbuhan awan hujan yang meluas. Kondisi ini meningkatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem disertai angin kencang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

‎“Peluang bibit ini berkembang menjadi siklon tropis cukup tinggi dalam 24 jam ke depan, mengingat teridentifikasi adanya peningkatan angin kencang hingga lebih dari 35 knot (65 km/jam), sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam waktu dekat,” ujar Guswanto.

‎Direktur Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan Bibit Siklon 95B berpotensi memberikan dampak langsung dalam 24 jam ke depan, terutama berupa hujan lebat hingga ekstrem di Aceh dan Sumatra Utara, serta sebagian Sumatera Barat dan Riau. Angin kencang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Sumatra bagian utara.

‎BMKG juga mencatat potensi gelombang tinggi 2,5–4 meter di Selat Malaka bagian tengah, perairan timur Sumatera Utara, serta Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias. Adapun gelombang sedang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, perairan Rokan Hilir, dan Dumai–Bengkalis.

‎“BMKG melalui TCWC Jakarta akan terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh terhadap pergerakan sistem ini. BMKG menekankan pentingnya mengakses informasi resmi melalui kanal BMKG dan menghindari penyebaran informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tutur Andri. []

Berita Populer

Berita Terkait