BANDA ACEH – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh akan menyelenggarakan Olimpiade Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Tahun 2026 bagi siswa SMA/MA/SMK sederajat di empat kabupaten/kota, yakni Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Bank Indonesia memperkuat edukasi mengenai Rupiah di kalangan generasi muda.
Pendaftaran Olimpiade CBP Rupiah 2026 telah dibuka hingga 18 September 2026 melalui tautan s.id/OCBP26. Pendaftaran dilakukan melalui sekolah masing-masing dengan jumlah peserta maksimal 10 orang per sekolah.
Para peserta berkesempatan memperoleh hadiah uang pembinaan dengan total Rp14 juta, medali, serta sertifikat yang diakui oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Mengusung konsep kompetisi edukatif, Olimpiade CBP Rupiah menjadi wadah bagi pelajar untuk menguji pengetahuan sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis mengenai Rupiah. Edukasi yang selama ini identik dengan penyampaian materi secara satu arah dikemas menjadi kompetisi yang lebih aktif, menantang, terukur, dan kompetitif.
Materi yang diujikan mencakup tiga aspek utama, yakni Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham Rupiah.
Aspek Cinta Rupiah mengajak peserta mengenali ciri dan karakteristik Rupiah, memahami keasliannya, serta memperlakukan dan merawat Rupiah dengan baik.
Sementara Bangga Rupiah memperkuat pemahaman bahwa Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, identitas, sekaligus alat pemersatu bangsa.
Adapun Paham Rupiah membekali peserta dengan pemahaman mengenai fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran, satuan hitung, dan penyimpan nilai, serta penerapannya dalam aktivitas ekonomi dan keuangan sehari-hari.
Selain pengetahuan mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, kemampuan peserta dalam bidang ekonomi dan literasi keuangan, kebanksentralan, serta sistem pembayaran juga akan diuji dalam Olimpiade CBP Rupiah tahun ini.
Pemahaman tersebut dinilai semakin penting seiring perkembangan transaksi menggunakan Rupiah yang kini tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga secara digital. Kondisi itu membuka peluang semakin luasnya transaksi keuangan yang perlu dilakukan secara bijak.
Kompetisi akan berlangsung secara bertahap, dimulai dari seleksi tingkat satuan pendidikan, dilanjutkan dengan penyisihan tingkat kabupaten/kota, hingga Final Tingkat Provinsi.
Pada tahap penyisihan, peserta akan mengikuti ujian secara daring menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Pelaksanaan ujian akan dimonitor oleh panitia tingkat provinsi melalui Zoom.
Peserta dengan hasil terbaik selanjutnya akan melaju ke Final Tingkat Provinsi yang dilaksanakan secara luring.
Sebanyak 80 peserta dengan nilai tertinggi pada tahap penyisihan akan mendapatkan kesempatan untuk berlaga di tingkat provinsi. Dari babak final tersebut, akan ditetapkan 20 peserta terbaik sebagai pemenang Olimpiade CBP Rupiah Regional Aceh 2026 berdasarkan perolehan nilai tertinggi.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh berkomitmen menyelenggarakan seluruh tahapan Olimpiade CBP Rupiah dengan mengedepankan prinsip integritas, objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan sportivitas.
Prinsip tersebut diterapkan untuk memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang setara dalam menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam mengenal dan memahami Rupiah.
Melalui Olimpiade CBP Rupiah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh berharap semakin banyak generasi muda Aceh yang tidak hanya mengenal Rupiah, tetapi juga memahami kedudukan dan fungsinya dalam perekonomian.
Selain itu, Olimpiade CBP Rupiah diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda Aceh yang berprestasi, memiliki literasi ekonomi dan keuangan yang baik, serta Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.[]


