MEULABOH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Aceh mengintensifkan pengawasan pangan olahan dan takjil di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Rabu, 25 Februari 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk pangan yang beredar selama Ramadan aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Pengawasan pada pagi hari menyasar tiga sarana pangan, meliputi tempat penjualan dan distributor. Dalam kegiatan tersebut, BBPOM turut melibatkan Pramuka Saka POM Kabupaten Aceh Barat sebagai bagian dari edukasi keamanan pangan bagi generasi muda sekaligus penguatan peran kader di daerah.
Pada sore hari, tim melanjutkan pengawasan takjil di sejumlah titik penjualan yang ramai dikunjungi warga. Kegiatan dilakukan bersama Pramuka Saka POM, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, serta Asisten Administrasi Umum Kabupaten Aceh Barat, Safrizal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengujian di lapangan, tidak ditemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya. Seluruh sampel yang diuji dinyatakan memenuhi syarat keamanan pangan.
Safrizal mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mendukung penuh pengawasan takjil selama Ramadan. Menurut dia, kegiatan tersebut penting untuk menjaga keamanan pangan masyarakat sekaligus membina pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar menyediakan produk yang aman dan berkualitas.
Kepala BBPOM di Aceh, Riyanto, menegaskan pengawasan merupakan bagian dari komitmen perlindungan konsumen selama Ramadan. “Pengawasan ini merupakan komitmen kami untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat selama bulan Ramadan aman, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” ujarnya.
Melalui intensifikasi pengawasan ini, BBPOM di Aceh berharap kesadaran pelaku usaha dan masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan terus meningkat sehingga tercipta lingkungan pangan yang aman dan sehat selama Ramadan. []


