Kamis, Februari 12, 2026

‎Arab Saudi Kecam Serangan Israel ke RS Gaza, Desak Dunia Bertindak ‎

RIYADH – Pemerintah Arab Saudi mengecam serangan udara Israel yang menghantam Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Senin, 25 Agustus 2025. Serangan itu menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk lima jurnalis.

‎Menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza, serangan berawal dari hantaman drone ke salah satu gedung di kompleks rumah sakit. Tak lama kemudian, jet tempur Israel melancarkan serangan lanjutan ketika proses evakuasi korban sedang berlangsung.

‎Kementerian Luar Negeri Saudi, dikutip dari Al Arabiya, Selasa, 26 Agustus 2025, mengecam keras aksi militer Israel yang menyasar tenaga medis, relawan kemanusiaan, dan jurnalis. Riyadh menyerukan komunitas internasional agar menghentikan “kejahatan Israel” serta menjamin perlindungan terhadap pekerja medis dan kemanusiaan di Gaza.

‎Serangan ke RS Nasser menambah daftar panjang fasilitas kesehatan di Gaza yang menjadi target sejak konflik meletus pada Oktober 2023. Israel beralasan kelompok Hamas menggunakan rumah sakit sebagai basis operasi, meski belum pernah menunjukkan bukti konkret.

‎Rumah Sakit Nasser selama hampir dua tahun terakhir terus beroperasi dalam kondisi darurat, dengan keterbatasan pasokan medis dan kekurangan tenaga kesehatan. Dari 20 korban jiwa dalam serangan terbaru, lima di antaranya adalah jurnalis dari kantor berita internasional seperti Reuters, Associated Press, dan Al Jazeera.

‎Netanyahu: Serangan ke RS Nasser “Kecelakaan Tragis”

‎Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan yang menghantam RS Nasser sebagai “kecelakaan tragis.” Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan perang Israel tidak ditujukan pada tenaga medis atau jurnalis, melainkan kelompok Hamas.

‎“Perang kami adalah melawan teroris Hamas. Tujuan utama kami adalah mengalahkan Hamas dan membawa pulang para sandera,” ujar Netanyahu. []

Berita Populer

Berita Terkait