APINDO Kunjungi USK, Dorong Kolaborasi Dunia Usaha dan Akademik

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) melakukan kunjungan resmi ke Universitas Syiah Kuala (USK) guna membahas penguatan kolaborasi antara dunia usaha dan dunia akademik. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Rektor pada Rabu, 8 April 2026.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat sinergitas dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pengurus APINDO pusat, di antaranya Yayan Sopian Agnes Imada Pinarsinta Manurung, dan Bruri Marbun. Rombongan disambut langsung oleh Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani

Perwakilan APINDO, Agnes Imada Pinarsinta Manurung, mengungkapkan bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab moral untuk berperan aktif dalam pertumbuhan dunia akademik. Menurutnya, tantangan dunia industri yang semakin kompleks menuntut adanya penyiapan SDM yang lebih tangguh sejak di bangku kuliah.

“Kami ingin dunia industri dapat berkolaborasi erat dengan akademisi, di mana setiap masalah di lapangan dapat dikonversi menjadi solusi. Fokus kami adalah bagaimana rekan-rekan Gen Z ini, setelah lulus, tidak hanya terpaku menjadi karyawan, tetapi mampu tumbuh menjadi pengusaha,” ujar Agnes.

Baca juga:  Dorong EBT, Pabrik Wood Chips Hadir di Aceh Besar Libatkan Warga Lokal

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa APINDO tengah mengembangkan modul kewirausahaan berbasis penemuan lapangan. Setelah sukses diimplementasikan di Pulau Jawa, APINDO berkomitmen untuk memperluas jangkauan program tersebut ke Pulau Sumatera, termasuk menggandeng USK sebagai mitra strategis.

Selain kewirausahaan, APINDO juga menyoroti isu keberlanjutan. Rektor USK menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa mahasiswa saat ini perlu terus dipacu agar kreativitasnya terarah pada hal-hal positif. Hal ini penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif seperti narkoba dan perundungan.

Menurut Prof. Mirza, USK kini memiliki fokus ganda: menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi dan mengembangkan sektor bisnis mandiri, seiring statusnya sebagai PTN Berbadan Hukum (PTN-BH).

Baca juga:  USK Siap Kolaborasi dengan BPS Aceh untuk Sukseskan Sensus Ekonomi

“Fokus rekan-rekan APINDO ke mahasiswa itu sangat bagus. Namun, saya juga melihat peluang besar untuk kita masuk ke unit bisnis bersama. USK memiliki sumber daya yang luas, seperti lahan yang bisa kita optimalkan untuk proyek penggemukan sapi maupun perkebunan kopi dengan rebranding yang kuat,” kata Prof. Mirza.

Ia menegaskan bahwa USK berkeinginan memiliki produk mandiri dan core business yang solid, untuk mendukung kemandirian finansial universitas sekaligus berkontribusi nyata bagi daerah. Selain itu, potensi komoditas lokal seperti Nilam dan pengembangan UMKM menjadi poin krusial yang diharapkan dapat dikolaborasikan dengan jaringan pengusaha di bawah naungan APINDO.

“Kami ingin sesuatu yang riil. Daripada menghayal terlalu jauh, lebih baik kita menggarap potensi yang ada di depan mata untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.[]

Berita Populer

Berita Terkait