Rabu, Februari 11, 2026

Ahmad Sahroni Digeser dari Pimpinan Komisi III DPR, Ini Penggantinya

JAKARTA – Fraksi Partai Nasdem resmi mengganti Ahmad Sahroni dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan menunjuk Rusdi Masse Mappasessu sebagai penggantinya.

Pergantian ini tertuang dalam surat yang diteken Ketua Fraksi Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat dan telah disampaikan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani pada Jumat (29/8/2025). Sahroni kini dipindahkan menjadi anggota Komisi I DPR RI.

Pergeseran posisi ini dilakukan di tengah gelombang aksi demonstrasi yang digelar oleh massa buruh, mahasiswa, dan ojek online (ojol) pada hari yang sama, 29 Agustus 2025. Sahroni, yang sebelumnya menjabat di komisi yang membidangi hukum, kini tidak lagi berada di posisi pimpinan.

Ketua Fraksi Nasdem, Viktor Laiskodat, menjelaskan bahwa rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran internal untuk menyelaraskan semangat restorasi Indonesia yang diusung partai.

“Kami ingin setiap kader bekerja sesuai kapasitas terbaiknya untuk rakyat. Itulah semangat restorasi yang terus kami jalankan,” ujar Viktor, dikutip dari Kompas.com.

Dia juga menekankan pentingnya peran Komisi III dalam mengawasi institusi penegak hukum. Oleh karena itu, Nasdem menilai perlunya penyesuaian kader agar pengawasan dan legislasi di bidang hukum dapat berjalan lebih optimal.

Baca juga:  Kader Internal Menguat Jelang Musda Demokrat Aceh, DPC Pidie Bicara Kapasitas dan Jejak DNA

“Rotasi ini menegaskan komitmen Fraksi Nasdem menghadirkan politik yang adaptif dan responsif,” tegasnya.

Bantahan soal Pencopotan

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim membantah bahwa pemindahan Sahroni berkaitan dengan pernyataan kontroversialnya soal “orang tolol sedunia” yang sempat viral.

Dia menyebut bahwa rotasi ini merupakan langkah penyegaran biasa dan bukan pencopotan. “Rotasi biasa saja. Tidak ada pencopotan, hanya penyegaran,” ujar Hermawi kepada Kompas.com, Jumat (29/8/2025).

Kontroversi Ucapan Sahroni

Sebelumnya, Ahmad Sahroni menuai kritik keras usai merespons desakan publik yang meminta DPR dibubarkan menyusul munculnya rincian gaji anggota dewan yang dianggap tidak sebanding dengan kinerja.

Dalam pernyataannya saat kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025), Sahroni menyebut bahwa desakan pembubaran DPR mencerminkan “mental orang tertolol sedunia”.

“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia,” ucapnya kala itu.

Baca juga:  Kader Internal Menguat Jelang Musda Demokrat Aceh, DPC Pidie Bicara Kapasitas dan Jejak DNA

Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik dan viral di media sosial. Beberapa pihak menilai ucapannya merendahkan suara rakyat.

Meski begitu, Sahroni telah memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa ucapannya tidak ditujukan kepada masyarakat luas, melainkan kepada pola pikir yang menurutnya keliru.

“Gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol. Tapi, bahasa ‘tolol’ itu bukan pada obyek masyarakat secara umum,” jelasnya kepada Kompas.com pada 26 Agustus 2025.

Penegasan Nasdem

Meski kontroversi itu terjadi tidak lama sebelum rotasi, Partai Nasdem menegaskan bahwa keputusan memindahkan Sahroni tidak berkaitan dengan pernyataan tersebut.

Dengan ditunjuknya Rusdi Masse sebagai Wakil Ketua Komisi III yang baru, Fraksi Nasdem berharap kinerja pengawasan terhadap penegakan hukum di Indonesia dapat lebih diperkuat dan sejalan dengan agenda reformasi hukum yang mereka gaungkan. []

Berita Populer

Berita Terkait