‎Aceh Terbuka untuk Investasi dan Kerja Sama Dagang

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Muzakir Manaf dan Fadhlullah membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak yang ingin berinvestasi atau menjalin kerja sama perdagangan dengan daerah paling barat Indonesia itu.

‎Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Aceh, T Adi Darma, usai menerima kunjungan Presiden Dewan MyGerak Eksport Malaysia, Muhammad Hamudi bin Abdul Khalid, di Aula Disperindag Aceh, Kamis, 30 Oktober 2025.

‎“Sesuai visi-misi pimpinan kita, Aceh sangat terbuka untuk bekerja sama dengan lembaga atau negara mana pun. Salah satu fokus Pak Gubernur adalah membuka lapangan kerja serta menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” kata Adi Darma.

‎Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang perdagangan antara Aceh dan Malaysia. Menurut Adi Darma, MyGerak Malaysia tertarik terhadap beberapa komoditas unggulan Aceh seperti kopi non-roasting, gula kelapa, biji kakao kering, bubuk kunyit hitam, lada hitam, kerupuk ikan patin, serta sisik ikan mujair dan nila.

‎Selain itu, delegasi MyGerak juga membawa beberapa produk industri kecil dan menengah asal Malaysia, di antaranya skincare, handbody, jilbab, cokelat, kopi, dan sejumlah produk lainnya.

‎“Kami optimistis, pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan hubungan dagang Aceh–Malaysia serta membuka peluang kerja sama lebih luas ke depan,” ujar Adi.

‎Presiden Dewan MyGerak Eksport Malaysia, Muhammad Hamudi, menyambut baik kesempatan tersebut dan mengapresiasi sambutan Pemerintah Aceh.

‎“Kami melihat potensi besar di Aceh, terutama pada sektor pertanian dan produk olahan. Ini awal yang baik untuk kerja sama berkelanjutan,” katanya. []

Baca juga:  UEA Siap Gabung Koalisi Maritim untuk Buka Blokade Selat Hormuz

Berita Populer

Berita Terkait