Aceh Kirim 44 Atlet ke PON Bela Diri ‎

BANDA ACEH – Provinsi Aceh mengirimkan 44 atlet untuk berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah. Kontingen tersebut secara resmi dilepas oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, dalam upacara di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis malam, 9 Oktober 2025.

‎Dalam sambutannya, Mualem mengingatkan para atlet agar menjaga semangat kebersamaan, kejujuran, dan kerja keras selama bertanding. ‎“Di PON sebelumnya, Aceh–Sumut 2024, kita sudah meraih hasil maksimal. Untuk PON XXII NTT–NTB 2028 nanti, kita harus lebih siap. Dengan kepemimpinan baru KONI Aceh, saya yakin prestasi olahraga Aceh akan semakin meningkat,” ujarnya, didampingi Sekda Aceh, M Nasir.

‎Mualem menegaskan, keberhasilan olahraga Aceh bukan hanya ditentukan oleh kemampuan atlet dan pelatih, tetapi juga oleh kekompakan seluruh pengurus KONI Aceh. “KONI Aceh harus solid. Jangan ada kelompok-kelompok. Yang penting kerja sama, jujur, dan ikhlas. Tanpa kebersamaan, cita-cita tidak akan tercapai,” kata mantan Panglima GAM itu.

‎Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri atau Pon Yaya, mengatakan Aceh akan berpartisipasi di 10 cabang olahraga bela diri, yakni taekwondo, judo, gulat, tarung derajat, pencak silat, kempo, sambo, karate, wushu, dan jiu-jitsu. Selain 44 atlet, kontingen Aceh juga diperkuat oleh 16 pelatih dan 10 manajer.

‎“Even ini sangat penting untuk kita ikuti dengan sukses. Dari sini kita bisa menilai dan mengevaluasi hasil latihan yang telah dijalani,” kata Pon Yaya, yang akan turut mendampingi para atlet ke arena pertandingan.

‎Menurutnya, PON Bela Diri 2025 yang digelar 11–26 Oktober 2025 bukan hanya ajang pertandingan, tetapi juga menjadi tolak ukur evaluasi untuk kompetisi yang lebih besar di masa mendatang. ‎“Hasil dari ajang ini akan menjadi dasar penting dalam persiapan menuju Porwil Sumatera 2027, Pra-Kualifikasi PON 2027, dan PON XXII 2028,” ujarnya.

‎Sebagai Ketua Umum KONI Aceh periode 2025–2029, Pon Yaya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan peningkatan prestasi yang telah dirintis oleh para pendahulu. ‎“Saya bertekad meneruskan tren positif yang sudah dibangun oleh Bapak Muzakir Manaf dan almarhum Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak),” katanya.

‎Dia juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mendukung para atlet Aceh.
‎“Dengan kebersamaan dan dukungan dari pemerintah, DPRA, pengurus cabang olahraga, serta masyarakat, insya Allah Aceh akan terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Pon Yaya. []

Baca juga:  Cokelat Hitam Bisa Turunkan Risiko Diabetes, Ini Penjelasannya

Berita Populer

Berita Terkait