BANDA ACEH – Provinsi Aceh mencatat inflasi tertinggi ketiga secara nasional. Menyikapi hal itu, Bank Indonesia (BI) Aceh mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menekan lonjakan harga pangan yang masih tinggi di daerah tersebut.
Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, mengatakan sinergi antar instansi menjadi kunci agar inflasi dapat kembali ke sasaran nasional.
“Diperlukan upaya bersama agar inflasi di Aceh dapat kembali berada dalam kisaran 2,5 ± 1 persen,” ujar Agus dalam kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Aceh di Banda Aceh, Kamis, 13 November 2025.
Hingga Oktober 2025, inflasi tahunan Aceh tercatat 4,66 persen (year on year). Angka itu menempatkan Aceh di posisi ketiga tertinggi secara nasional. Meski mengapresiasi kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Agus menilai perlu langkah lebih konkret agar tekanan harga bisa dikendalikan.
Menurut dia, inflasi yang rendah dan stabil menjadi fondasi penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, pelaksanaan GNPIP di Aceh diarahkan pada penguatan sektor hulu-hilir melalui berbagai inisiatif, seperti peresmian Rumah Produksi CAPLI, penyaluran bantuan sarana pertanian, pemberian bibit, pelatihan pengolahan tanah, hingga gerakan panen cabai bersama.
“Kegiatan ini bukan seremonial semata, tapi bagian dari strategi menyeluruh pengendalian inflasi pangan. Fokusnya memperkuat produksi lokal, mempersingkat rantai distribusi, dan melibatkan masyarakat dalam urban farming,” kata Agus.
BI Aceh, lanjutnya, akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, komunitas, dan lembaga keuangan. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat rantai pasokan pangan lokal, memperluas diversifikasi produksi, serta mempercepat adopsi teknologi pertanian modern seperti urban farming dan agroteknologi.
Agus juga menekankan pentingnya pemantauan harga dan respons cepat terhadap gejolak pangan melalui integrasi data dan analisis antara BI, TPID, serta instansi terkait.
“Jika semua pihak bergerak dengan visi yang sama dan komitmen yang kuat, Aceh akan mampu menjaga inflasi pangan tetap rendah dan stabil, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya. []
Aceh Catat Inflasi Tertinggi Ketiga Nasional, BI Perkuat Sinergi Kendalikan Harga Pangan


