BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengawasan obat dan makanan melalui kegiatan advokasi dan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, bersama jajaran dalam kunjungan strategis ke Kabupaten Bireuen guna memperkuat koordinasi pengawasan pangan dan pemberdayaan UMKM lokal demi perlindungan masyarakat secara menyeluruh.
Rombongan BBPOM Aceh disambut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar, didampingi sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, Dinas Pendidikan, DPMPTSP, serta Satpol PP dan WH Kabupaten Bireuen.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari hasil pengawasan obat dan makanan di Kabupaten Bireuen, bahaya penggunaan formalin pada ikan dan boraks pada mie kuning, pengawasan jajanan anak sekolah dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan UMKM lokal melalui pendampingan dan fasilitasi sertifikasi.
Selain itu, pembahasan juga mencakup kewaspadaan terhadap Antimicrobial Resistance (AMR), serta pengawasan terhadap peredaran obat, kosmetik, dan obat tradisional palsu maupun yang mengandung bahan berbahaya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap penguatan pengawasan obat dan makanan di daerah.
“Kami mendukung penuh kolaborasi dan pengawasan yang berkelanjutan demi melindungi masyarakat dari risiko pangan dan produk yang tidak memenuhi ketentuan. Sinergi lintas sektor menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menegaskan komitmen BPOM dalam mendukung perlindungan masyarakat sekaligus pengembangan UMKM lokal.
“Pengawasan obat dan makanan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat mendapatkan produk yang aman, bermutu, dan terpercaya. Kami juga siap mendampingi UMKM lokal agar mampu memenuhi standar dan memperoleh izin edar,” jelasnya.
Melalui kegiatan koordinasi ini, BBPOM Aceh berharap sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dapat semakin kuat dalam mewujudkan sistem pengawasan obat dan makanan yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, diharapkan pelaku UMKM lokal di Kabupaten Bireuen semakin berkembang, berdaya saing, dan mampu menghasilkan produk yang aman serta dipercaya oleh masyarakat.[]


