Pastikan Program Pemerintah Hadir Hingga ke Desa, Kolaborasi ABPEDNAS, SUCOFINDO dan Kejaksaan RI Atasi Persoalan Air Bersih di Aceh Besar

BANDA ACEH – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama PT SUCOFINDO (PERSERO) serta Kejaksaan RI memastikan program pembangunan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran hadir dalam bentuk nyata hingga ke desa-desa di seluruh tanah air.

Hal itu ditandai dengan dilakukannya kick off pembangunan sumur air bersih di Meunasah Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan ini menjadi titik awal pembangunan 70 sumur air bersih di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Merauke, sekaligus bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-70 PT SUCOFINDO (PERSERO) pada Oktober 2026 mendatang.

Program penyediaan air bersih bagi masyarakat ini juga merupakan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan air nasional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program bertajuk “Jaga Air Bersih untuk Desa”, pembangunan sarana air bersih akan dilakukan di 70 titik wilayah operasional PT SUCOFINDO (PERSERO) yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Inisiatif ini diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 3.500 hingga 7.000 masyarakat desa, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.

Ketua Umum Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (ABPEDNAS), Indra Utama, mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat desa sekaligus memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Selain APBPEDNAS dan SUCOFINDO, program ini juga didukung oleh Kejasaksaan RI.

“Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga pondasi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat desa. Melalui kolaborasi ini, ABPEDNAS bersama PT SUCOFINDO (PERSERO) dan Kejaksaan ini ingin memastikan pembangunan hadir hingga ke desa yang membutuhkan. Program ini juga menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs dan pembangunan desa yang lebih merata,” ujar Indra yang juga Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI DKI Jakarta ini.

“Program ini juga selaras dengan perhatian besar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan desa, ketahanan air, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai agenda prioritas nasional.Kami percaya, desa yang kuat harus didukung oleh ketersediaan air bersih yang memadai. Ketika masyarakat mendapatkan akses air bersih, maka kesehatan meningkat, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh lebih baik,” tambahnya.

Baca juga:  Obama Bongkar Rahasia: Netanyahu Berulangkali Hasut AS Gempur Habis Iran

Indra yang juga menjabat Komisaris Utama Waskita Beton Precast juga mengatakan ABPEDNAS sebagai organisasi yang menaungi Badan Permusyawaratan Desa di seluruh Indonesia siap mendukung, mengawal, dan memastikan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.

“Kami berharap program ini tidak berhenti pada 70 titik saja, tetapi dapat terus berkembang menjadi gerakan nasional bersama dalam mendukung pembangunan desa dan pelayanan dasar masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Reda Manthovani, menekankan pentingnya tata kelola dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dalam program ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan akses layanan dasar di pedesaan,” ungkap Reda yang juga Jamintel Kejaksaan RI ini.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, mengatakan pembangunan sumur air bersih ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan kebermanfaatan sosial yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance).

“Memasuki usia ke-70 tahun, PT SUCOFINDO (PERSERO) ingin terus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap kehadiran SUCOFINDO tidak hanya dirasakan melalui layanan bisnis, tetapi juga melalui dampak sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi wujud dukungan perusahaan terhadap pencapaian SDGs, khususnya akses air bersih dan pembangunan desa berkelanjutan,” kata Sandry.

Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), lanjut Sandry, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga berperan dalam memastikan aspek kualitas, keselamatan, keberlanjutan, dan kepatuhan terhadap standar pada berbagai sektor pembangunan, termasuk mendukung penyediaan akses air bersih yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca juga:  Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Penegakan Hukum Polri Capai 75,1 Persen

Program pembangunan sumur air bersih ini akan dilaksanakan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada momentum HUT ke-70 PT SUCOFINDO (PERSERO) pada 22 Oktober 2026.

“Kami berharap kolaborasi antara PT SUCOFINDO (PERSERO) dan ABPEDNAS, serta Kejaksaan ini dapat memperkuat sinergi antara BUMN, organisasi desa, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Sandry Pasambuna.

Kadis DMPG Aceh Besar, Jakfar, atas nama Pemkab Aceh Besar mengucapkan terima kasih atas terpilihnya Gampong Lamluet di Aceh Besar, sebagai salah satu desa yang merima bantuan sumur dari program kolaborasi APBPEDNAS, SUCOFINDO dan Kejaksaan RI.

“Semoga nantinya tidak hanya Gampong Lamluet, tetapi bisa juga dibantu untuk desa-desa lainnya. Semoga juga bantuan yang diberikam ke depan tidak hanya sumur, tetapi juga bisa bantuan-bantuan lainnya seperti Irigasi atau kebutuhan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Keuchik Gampong Lambleut, Bahrunnazar, mengatakan persoalan air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak bagi sebagian warga di desanya, terutama di wilayah timur gampong. Menurutnya, kondisi air di kawasan tersebut asin, berwarna kekuningan dan mengandung kapur, sementara wilayah sekitar meunasah masih memiliki air yang relatif bersih dan jernih. Kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun dan membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Dia juga mengatakan bantuan sumur dari ABPEDNAS-PT Sucofindo serta didukung Kejaksaan ini telah membantu memenuhi kebutuhan air di Meunasah desanya, namun akses air bersih untuk rumah warga masih belum tersedia. Padahal, jaringan pipa disebut sudah masuk ke desa sejak dua tahun lalu, tetapi belum tersambung ke rumah-rumah masyarakat.

“Dari sekitar 300 kepala keluarga di dGampong Lambleut, sebagian warga masih terdampak krisis air bersih dan kami berharap ada dukungan lanjutan agar kebutuhan air bersih dapat menjangkau permukiman warga,” harapnya.[]

Berita Populer

Berita Terkait