BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, dalam kegiatan guest lecture yang membahas masa depan pendidikan tinggi dan peluang kolaborasi akademik Indonesia–Belanda di Ruang VIP AAC Dayan Dawood USK, Banda Aceh, (Rabu, 6 Mei 2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional dan memperluas kerja sama pendidikan, riset, serta pertukaran pengetahuan antara kedua negara.
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Mirza Tabrani yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, ke USK.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Belanda, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia, telah terjalin cukup lama dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan akademik kedua negara.
“USK sangat menghargai hubungan persahabatan dan kerja sama konstruktif antara Indonesia dan Kerajaan Belanda, khususnya dalam pengembangan pendidikan, riset ilmiah, dan pertukaran budaya. Kolaborasi ini telah membuka banyak peluang penting dalam berbagi pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan jejaring internasional,” ujar Prof. Agussabti.
Ia menjelaskan, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) di Indonesia, USK terus berkomitmen memperkuat internasionalisasi kampus melalui pengembangan pendidikan berkualitas, riset yang berdampak bagi masyarakat, serta kemitraan strategis dengan berbagai institusi global.
Menurutnya, Belanda merupakan salah satu mitra penting dalam pengembangan pendidikan tinggi dan inovasi akademik. Saat ini, USK telah menjalin sejumlah kerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga di Belanda, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.
Selain itu, banyak dosen USK yang merupakan alumni perguruan tinggi di Belanda sehingga menjadi fondasi kuat dalam mempererat hubungan akademik kedua pihak.
Prof. Agussabti berharap kunjungan tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang, termasuk dalam program pertukaran mahasiswa, riset bersama, beasiswa, hingga pengembangan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat global.
Dalam kuliah umum tersebut, Adriaan Palm menyampaikan materi bertajuk “Indonesia–Netherlands: Partners in a Volatile World – Partners for (Personal) Development.” Ia menyoroti pentingnya kolaborasi global di tengah dinamika dunia yang terus berubah, termasuk peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong inovasi, pembangunan berkelanjutan, dan penguatan sumber daya manusia.
Menurutnya, Indonesia memiliki posisi penting bagi Belanda, baik sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik maupun sebagai negara dengan potensi besar dalam pengembangan pendidikan, riset, dan ekonomi. Belanda juga memandang Indonesia sebagai mitra utama dalam membangun tatanan dunia yang stabil, inklusif, dan berbasis kerja sama internasional.
Adriaan Palm turut memperkenalkan sistem pendidikan tinggi di Belanda yang dikenal kuat dalam inovasi, riset, dan kolaborasi industri. Ia menjelaskan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan dosen Indonesia, mulai dari program beasiswa, riset bersama, pertukaran akademik, hingga penguatan jejaring internasional antar universitas.
Kegiatan guest lecture ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika USK. Melalui forum tersebut, para peserta memperoleh wawasan mengenai tren pendidikan tinggi global, diplomasi pendidikan, serta peluang pengembangan karir dan studi internasional di Belanda.
USK berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi yang lebih strategis di masa mendatang, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, maupun pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global.[]


