Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Aceh Tenggara Capai 17,24 Persen, Sinergi TNI dan Masyarakat Kian Solid

ACEH TENGGARA – Pembangunan jembatan gantung perintis yang menjadi akses vital bagi masyarakat di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres yang positif. Hingga Kamis (30/04/2026), capaian pembangunan telah mencapai 17,24 persen, menandakan komitmen kuat dari berbagai pihak dalam menghadirkan infrastruktur yang aman dan layak bagi warga.

Pembangunan ini melibatkan personel dari Kodim 0108/Aceh Tenggara, teknisi dari Zidam, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Jembatan gantung tersebut dibangun sebagai solusi atas kebutuhan mendesak masyarakat akan sarana penyeberangan, khususnya setelah wilayah tersebut terdampak bencana banjir bandang yang merusak infrastruktur penghubung antarwilayah.

Danposramil Darul Hasanah, Peltu Dedi Cahyadi, menjelaskan bahwa proses pembangunan dilaksanakan secara intensif setiap hari, dimulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan kekuatan gabungan yang terdiri dari 21 personel TNI, yakni 20 anggota dari Kodim 0108/Aceh Tenggara dan 1 teknisi dari Zidam, serta didukung oleh 17 orang masyarakat yang turut berperan aktif di lapangan.

Baca juga:  DPRK Banda Aceh Kecam Kekerasan Anak di Day Care, Minta Evaluasi Menyeluruh

“Pekerjaan saat ini sudah memasuki tahap awal konstruksi. Beberapa kegiatan yang sedang dilakukan di antaranya penggalian pondasi jembatan, perakitan rangka besi, pemasangan mal cor, serta penyetelan bantalan besi sebagai bagian dari struktur utama jembatan gantung,” ujar Peltu Dedi Cahyadi.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan gantung perintis ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah, khususnya di wilayah terpencil dan terdampak bencana. Kehadiran TNI tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan, tetapi juga berperan sebagai penggerak pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pengerjaan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat luas.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut serta membantu proses pembangunan ini. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Kumbang Jaya, Rahman (52), mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jembatan tersebut. Ia mengaku selama ini masyarakat mengalami kesulitan dalam melakukan penyeberangan, terutama setelah terjadinya banjir bandang.

Baca juga:  Sekda Sabang Dukung Pengembangan Jagung Pipil, Panen Perdana Capai Dua Ton

“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Dulu kami kesulitan menyeberang, apalagi setelah banjir bandang. Dengan adanya TNI yang turun langsung membantu, kami merasa sangat terbantu. Kami juga ikut bekerja agar jembatan ini cepat selesai,” ujarnya.

Rahman berharap pembangunan jembatan ini dapat segera rampung sehingga dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama dalam mengakses lahan pertanian dan membawa hasil panen.

Dengan terus meningkatnya progres pembangunan, diharapkan jembatan gantung perintis ini dapat segera selesai sesuai target yang telah ditetapkan. Keberadaan jembatan ini nantinya akan menjadi sarana vital dalam memperlancar konektivitas antarwilayah, khususnya antara Kecamatan Badar dan Kecamatan Darul Hasanah, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.[]

Berita Populer

Berita Terkait