Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi di Luar Kelistrikan untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat

Jakarta, 26 April 2026 – PT Pertamina (Persero) terus mengoptimalkan pengembangan energi panas bumi (geothermal) tidak hanya di sektor kelistrikan, tetapi juga di berbagai sektor lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mempercepat transisi energi sekaligus mendukung kemandirian energi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan sekitar 90 negara telah memanfaatkan panas bumi sebagai energi alternatif untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui Pertamina New & Renewable Energy (NRE) bersama anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), perusahaan mulai melakukan diversifikasi bisnis panas bumi ke sektor di luar kelistrikan (beyond electricity), antara lain hidrogen hijau dan kredit karbon.

Menurut Baron, pengembangan panas bumi juga terbukti mampu mendorong perekonomian masyarakat, baik melalui pemanfaatan langsung (direct use) maupun tidak langsung (indirect use).

“Sebagian besar pemanfaatan energi global berasal dari panas bumi, namun porsi penggunaannya dalam bentuk energi tenaga listrik. Inisiatif pengembangan beyond electricity PGE ini menjadi peluang besar bagi Indonesia yang memiliki potensi geothermal melimpah,” ujar Baron.

Baca juga:  Pangdam IM Pimpin Penutupan Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang I TA 2026

Ia menambahkan, penggunaan energi panas bumi memiliki berbagai keunggulan, antara lain lebih efisien, rendah emisi, ramah lingkungan, serta mendukung keberlanjutan.

“Dengan cakupan pemanfaatan yang luas di berbagai sektor ekonomi masyarakat, energi panas bumi menjadi salah satu solusi paling efektif dalam mengoptimalkan energi terbarukan di sekitar Wilayah Kerja Geothermal Pertamina,” imbuhnya.

Sementara itu, Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menjelaskan bahwa saat ini panas bumi telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa melalui konversi listrik, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Uap panas bumi saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar area panas bumi yang dikelola PGE melalui program pelibatan dan pengembangan masyarakat atau community involvement and development (CID), antara lain untuk perkebunan dan pertanian,” jelas Rika.

Salah satu program CID ikonik di PGE Area Kamojang, yaitu kopi geothermal. Program ini memanfaatkan uap panas bumi untuk proses pengeringan biji kopi, sehingga lebih cepat dan tidak bergantung pada cuaca.

Begitu juga program CID di PGE Area Ulubelu, panas bumi dimanfaatkan untuk mendukung budidaya melon hidroponik di Pekon Muara Dua, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Uap panas bumi digunakan untuk menjaga suhu di dalam rumah kaca agar pertumbuhan tanaman lebih optimal dan menghasilkan kualitas buah yang lebih baik.

Baca juga:  Prajurit Gugur di Lebanon, Rico Terima Kenaikan Pangkat dari TNI

Selain itu, di PGE Area Lahendong, Pertamina bekerja sama dengan PT Gunung Hijau Masarang untuk memanfaatkan fluida panas bumi dalam produksi gula aren yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pemanfaatan lainnya di Lahendong adalah produksi Pupuk Booster Katrili, pupuk cair ramah lingkungan dan ekonomis yang dihasilkan dari endapan silika dari fluida panas bumi. Produk ini diolah menggunakan teknologi mutakhir dan telah membantu masyarakat untuk menyuburkan tanaman dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama.

“Energi bersih tidak hanya untuk listrik. Ada banyak cara untuk mengoptimalkannya agar dirasakan langsung oleh masyarakat. Inovasi ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk menciptakan nilai tambah dari energi panas bumi demi mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif di Indonesia,” tutup Rika.[]

Berita Populer

Berita Terkait