Umrah Lancarkan Rezeki dan Jodoh?

BANDA ACEH – Dalam sepekan terakhir, jagat media sosial—khususnya platform Threads diramaikan dengan beragam unggahan viral seputar ibadah umrah. Banyak pengguna mengklaim bahwa umrah dapat melancarkan rezeki dan jodoh. Tidak sedikit yang membagikan pengalaman pribadi setelah melaksanakan umrah, mulai dari perubahan positif dalam kehidupan finansial hingga kisah pertemuan dengan pasangan hidup yang tak terduga setelah menunaikan ibadah sunnah di Makkah.

Fenomena ini memantik beragam respons dari warganet. Sebagian menyambutnya dengan penuh harap disertai doa agar segera ditakdirkan menunaikan ibadah umrah, sementara yang lain mempertanyakan validitas klaim tersebut—apakah benar memiliki dasar yang kuat atau hanya pengalaman subjektif yang kemudian digeneralisasi. Karena itu, tulisan ini akan membahas apakah klaim tersebut memiliki dasar yang kuat dalam Islam atau sekadar kebetulan yang tidak sepatutnya digeneralisasi.

Umrah dan Rezeki

Terkait pertanyaan apakah ibadah umrah dapat menjadi sebab dimudahkannya rezeki, terdapat beberapa riwayat yang sering dijadikan rujukan. Salah satunya adalah hadis:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Artinya: “Lakukanlah haji dan umrah secara berturut-turut, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana alat pelebur besi menghilangkan kotoran pada besi.” (HR. Ahmad)

Dalam riwayat lain disebutkan:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَزِيْدَانِ فِي الْعُمُرِ وَالرِّزْقِ وَيَنْفِيَانِ الْفَقْرَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Baca juga:  Ratusan Personel Polda Aceh Ikuti Donor Darah, Wujud Kepedulian Kemanusiaan

Artinya: “Lakukanlah haji dan umrah secara berturut-turut, karena keduanya menambah umur dan rezeki serta menghilangkan kemiskinan, sebagaimana alat pelebur besi menghilangkan kotoran pada besi.” (HR. At-Thabarani)

Dua riwayat ini kerap dijadikan dasar oleh sebagian kalangan untuk menyimpulkan bahwa ibadah umrah dapat menjadi sebab dimudahkannya rezeki oleh Allah Swt. Namun demikian, makna yang terkandung tidak dapat dipahami secara instan atau materialistis semata.

Makna Rezeki dalam Hadis

Meskipun redaksi hadis menggunakan ungkapan “haji dan umrah secara berturut-turut”, kandungannya menunjukkan adanya kaitan dengan bertambahnya rezeki dan hilangnya kefakiran. Namun, hal tersebut tidak berarti seseorang akan otomatis menjadi kaya setelah pulang dari Tanah Suci atau memperoleh rezeki secara instan tanpa proses.

Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abdurrahman al-Mubarakfuri, istilah “menghilangkan kefakiran” dalam hadis tersebut memiliki dua makna, yaitu kefakiran lahiriah dan batiniah.

يُزِيلَانِهِ وَهُوَ يَحْتَمِلُ الْفَقْرَ الظَّاهِرَ بِحُصُولِ غِنَى الْيَدِ وَالْفَقْرَ الْبَاطِنَ بِحُصُولِ غِنَى الْقَلْبِ

Artinya: “Keduanya (haji dan umrah) menghilangkan kefakiran, baik kefakiran lahiriah dengan datangnya kekayaan materi, maupun kefakiran batiniah dengan hadirnya kekayaan hati.” (Tuhfatul Ahwadi bi Syarhil Jami’ at-Tirmidzi, jilid III, hlm. 454)

Dengan demikian, dampak umrah terhadap rezeki tidak selalu berupa peningkatan materi secara langsung, melainkan juga dapat berupa kelapangan hati, rasa cukup, dan berkurangnya kegelisahan terhadap rezeki. Dalam pengertian ini, rezeki mencakup keberkahan hidup yang lebih luas, bukan sekadar harta benda.

Baca juga:  PWI Pusat Serahkan Uang Duka untuk Keluarga Alm. Zulmansyah Sekedang

Umrah dan Jodoh

Berdasarkan penelusuran dalam literatur kitab-kitab klasik, tidak ditemukan keterangan yang secara spesifik dan eksplisit menyatakan bahwa ibadah umrah dapat mempermudah urusan jodoh. Meski demikian, umrah memiliki banyak keutamaan, seperti penghapus dosa, peningkat derajat, serta doa yang mustajab.

Secara umum, seluruh ibadah merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dengan kedekatan tersebut, seorang hamba dapat berdoa, termasuk memohon kemudahan dalam urusan jodoh. Hal ini diperkuat oleh hadis:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللهِ إِنْ دَعَوْهُ أَجَابَهُمْ وَإِنْ اسْتَغْفَرُوهُ غَفَرَ لَهُمْ

Artinya: “Orang-orang yang berhaji dan berumrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, Dia akan mengabulkan, dan jika mereka memohon ampun, Dia akan mengampuni.” (HR. Ibnu Majah)

Kesimpulan

Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa hadis-hadis tentang haji dan umrah memang menyebutkan adanya penghilangan kefakiran dan penambahan rezeki. Namun, maknanya tidak terbatas pada aspek material, melainkan juga mencakup ketenangan dan kelapangan hati.

Adapun terkait jodoh, tidak terdapat riwayat yang secara langsung mengaitkannya dengan ibadah umrah. Namun, karena umrah merupakan waktu istimewa sebagai tamu Allah, maka ia menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak doa, termasuk memohon kemudahan dalam urusan jodoh.[]

Berita Populer

Berita Terkait