Bupati Aceh Besar Ajak Pimpinan Dayah Perkuat Sinergi Bangun Generasi Islami

KOTA JANTHO – Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), mengajak para pimpinan dayah untuk turut mendukung jalannya pemerintahan serta memperkuat pembangunan daerah dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah.

Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan bersama pimpinan dayah dalam wilayah Aceh Besar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (9/4/2026).

Pada kesempatan itu, Syech Muharram menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan dayah menjadi kunci penting dalam menciptakan generasi yang lebih baik di masa mendatang.

“Mari kita bersatu dan bersama menjadikan generasi penerus kita lebih baik dari kita saat ini,” ujar Syech Muharram.

Baca juga:  Wali Nanggroe Minta Pembangunan Aceh Pascabencana tidak Hanya Berorientasi Fisik, Tapi Juga Pemulihan Sosial dan Adat

Bupati Aceh Besar meyakini, kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan pimpinan dayah akan mampu memperkuat penegakan syariat Islam di daerah tersebut.

Oleh karena itu, ia mendorong para pimpinan dayah agar berperan aktif sebagai corong dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan syariat Islam.

Selain itu, dalam rangka memperkuat koordinasi, Bupati Aceh Besar juga mendorong pembentukan tim penghubung antara dayah di setiap daerah pemilihan (dapil) dengan Dinas Pendidikan Dayah. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mempermudah komunikasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pendidikan dayah di Aceh Besar.

“Aceh Besar ini milik kita bersama, bukan hanya milik pemerintah. Karena itu, kita harus memperkuat kerja sama untuk membangun Aceh Besar yang bermartabat,” katanya.

Baca juga:  Distan Aceh Besar Vaksinasi dan Beri Vitamin pada 100 Ternak di Kuta Baro dan Ingin Jaya

Lebih lanjut, Syech Muharram turut menyoroti pentingnya pelestarian bahasa Aceh melalui dunia pendidikan, khususnya di lingkungan dayah. Menurutnya, bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang harus dijaga keberlangsungannya di tengah arus perkembangan zaman.

Ia berharap, penggunaan bahasa Aceh dapat terus ditingkatkan, baik dalam proses pembelajaran di dayah maupun dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

“Bahasa Aceh adalah bagian dari jati diri kita. Melalui pendidikan, khususnya di dayah, kita harus terus menjaga dan melestarikannya agar tidak hilang ditelan zaman,” pungkas Syech Muharram.[]

Berita Populer

Berita Terkait