Dorong EBT, Pabrik Wood Chips Hadir di Aceh Besar Libatkan Warga Lokal

ACEH BESAR – Pabrik wood chips resmi diluncurkan di Desa Durung, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, sebagai langkah nyata mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di daerah tersebut.

Pabrik ini dikelola oleh PT Sumire Smile Aceh yang merupakan bagian dari PT Sumire Smile Indonesia di bawah naungan Sumire Smile Sustainable Energy Supply Co. Ltd, Jepang.

Direktur perusahaan, Wahyu, menyampaikan bahwa kehadiran perusahaan ini di Aceh didasari oleh keyakinan terhadap besarnya potensi energi terbarukan yang dimiliki daerah tersebut.

“Kami berharap perusahaan kami dapat diterima oleh bapak-bapak semua dan dapat berkontribusi bagi masyarakat di sini,” ujar Wahyu dalam sambutannya, Kamis 9 April 2026.

Ia menjelaskan, perusahaan memiliki visi menjadikan Aceh sebagai salah satu pusat pengembangan energi baru terbarukan kelas dunia. Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya menerapkan strategi operasional “tebang tanam” dalam penyediaan bahan baku.

Baca juga:  Enam Pelanggar Qanun Jinayat Dihukum Cambuk di Banda Aceh

Melalui strategi ini, perusahaan akan bekerja sama dengan masyarakat lokal, termasuk membantu pembibitan di lahan kosong milik warga serta memanfaatkan material kayu yang tersedia di perkebunan masyarakat untuk kebutuhan produksi saat ini.

Selain itu, kehadiran pabrik wood chips ini diharapkan mampu menarik minat pasar global terhadap produk energi terbarukan asal Aceh, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

Di sisi lain, dukungan penuh juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Imam Mukim Masjid Raya menyambut baik kehadiran perusahaan tersebut dan menilai hal ini menjadi peluang ekonomi baru bagi warga.

“Ini menjadi sumber ekonomi bagi kami di sini, terutama dengan terbukanya lapangan kerja. Kami berharap tenaga kerja dari masyarakat lokal dapat dilibatkan, kecuali untuk pekerjaan yang bersifat teknis,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat setempat tidak asing dengan pengelolaan kayu, sehingga diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap aktivitas industri tersebut.

Baca juga:  Dari Secangkir Kopi, BBPOM Aceh Kian Intens Jaga Keamanan Pangan!

Hal senada disampaikan Keuchik (Kepala Desa) Durung, Zahrul, yang berharap manfaat perusahaan tidak hanya dirasakan oleh desa, tetapi juga seluruh wilayah kecamatan.

“Kami sangat mendukung. Harapan kami bukan hanya desa ini, tetapi kecamatan juga bisa merasakan manfaatnya,” kata Zahrul.

Sementara itu, Ketua Koperasi Arung Samudra Zainal Bakri menekankan pentingnya membangun citra positif daerah melalui keberhasilan industri ini.

“Kehadiran perusahaan ini harus mampu menghapus stigma negatif dari luar. Mari kita tunjukkan bahwa daerah kita punya potensi luar biasa. Kita buka kolaborasi dan kabarkan ke luar,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat, pabrik wood chips ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi terbarukan sekaligus penguatan ekonomi lokal di Aceh Besar.[]

Berita Populer

Berita Terkait