Rabu, Februari 11, 2026

Tinjau Sekolah Darurat, Kak Na Minta Semangat Belajar Siswa Dijaga

ACEH UTARA – Bunda Guru Aceh, Marlina Muzakir, meminta semangat belajar siswa di sekolah-sekolah terdampak bencana tetap dijaga agar tidak berdampak pada penurunan prestasi akademik, terutama bagi siswa tingkat akhir yang akan menghadapi ujian dalam beberapa bulan ke depan.

Hal itu disampaikan Marlina saat meninjau proses belajar mengajar di Sekolah Darurat SD Negeri 6 Tanoh Jamboe Aye, yang berlokasi di halaman Kantor Geuchiek Gampong Samakurok, Kecamatan Tanoh Jamboe Aye, Selasa, 13 Januari 2025.

“Semangat belajar anak-anak cukup tinggi dan ini harus terus dijaga. Terutama siswa kelas akhir SD, SMP, dan SMA yang sebentar lagi menghadapi ujian. Kehadiran di sekolah penting agar mereka tetap bersosialisasi dan mengikuti program trauma healing,” ujar Marlina, yang akrab disapa Kak Na.

Baca juga:  Transformasi Digital Kampus, FAH UIN Ar-Raniry Bekali ASN Administrasi Berbasis IT

Bencana yang melanda 18 kabupaten dan kota di Aceh menyebabkan ratusan sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Kondisi tersebut mengganggu proses belajar mengajar, bahkan memaksa sebagian sekolah menjalankan pembelajaran di sekolah darurat berbasis tenda.

Meski tahun ajaran telah kembali dimulai sejak 5 Januari lalu, sekolah-sekolah terdampak bencana belum dapat melaksanakan pembelajaran secara normal. Dalam kunjungannya, Kak Na juga memberi motivasi langsung kepada ratusan siswa SD Negeri 6 Tanoh Jamboe Aye yang mengikuti kegiatan belajar di tenda darurat.

“Semangat ya, kita orang Aceh harus kuat. Insya Allah, sekolah akan segera dibersihkan dan anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa,” katanya.

Baca juga:  Tim Community Development FP USK Turun ke Lokasi Bencana, Bantu Warga Pidie Jaya

Kak Na yang didampingi Ketua TP PKK Aceh Utara, Musliana Ismail A Jalil, turut membagikan susu dan biskuit kepada para siswa. Dia juga mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap mengajar meski dalam keterbatasan sarana dan kondisi yang belum pulih sepenuhnya.

“Terima kasih kepada para guru yang tetap bersemangat mengajar. Saat ini fokus utama masih pada pemulihan trauma anak-anak. Penguatan mental menjadi hal penting sebelum masuk sepenuhnya ke materi pembelajaran,” ujar Kak Na. []

Berita Populer

Berita Terkait