BANDA ACEH — Kepengurusan Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh periode 2022–2026 akan segera berakhir. PBSI Aceh membuka peluang bagi putra-putri terbaik Aceh untuk mendaftar sebagai calon ketua umum yang akan ditetapkan melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Aceh pada 7–8 Februari 2026 di Banda Aceh.
Ketua Umum PBSI Aceh Safaruddin mengatakan organisasi membutuhkan energi dan kepemimpinan baru untuk melanjutkan pembinaan bulutangkis di Aceh.
“Ke depan PBSI Aceh butuh tenaga baru, semangat baru, dan wajah baru. Karena itu saya membuka peluang bagi putra-putra terbaik Aceh untuk berkontribusi dan mengabdi,” kata Safaruddin, Ahad (11/1/2026) malam, usai membuka Musyawarah Kerja Provinsi PBSI Aceh 2025 yang baru dapat digelar setelah sebelumnya tertunda akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada Desember 2025.
Terkait kemungkinan maju kembali sebagai ketua umum, Safaruddin menyatakan belum bersedia meski mendapat dukungan dari mayoritas pengurus provinsi serta kabupaten/kota. Dia menilai keterbatasan waktu sebagai kepala daerah Aceh Barat Daya berpotensi menghambat kontribusinya secara maksimal di PBSI Aceh.
“Saya berharap pada Musprov nanti muncul figur-figur baru. Namun jika tidak ada, saya menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada peserta Musprov PBSI Aceh,” ujarnya.
Safaruddin menilai kepengurusan PBSI Aceh periode 2022–2026 telah mencatat sejumlah capaian, di antaranya meraih medali perunggu pada PON Aceh–Sumut. Medali tersebut menjadi perolehan pertama Aceh di cabang bulutangkis dalam 25 tahun terakhir.
Selain itu, PBSI Aceh juga berhasil mencetak wasit berlisensi nasional, memperkuat sistem database atlet, menyelenggarakan berbagai kejuaraan, serta meningkatkan sarana dan prasarana bulutangkis, termasuk pembangunan GOR di Aceh Barat Daya dan GOR PBSI Aceh di Banda Aceh.
“Sebagian besar target program kerja telah terlaksana. Semua ini berkat kerja kolektif seluruh pengurus PBSI Aceh,” kata Safaruddin.
Dia berharap kepengurusan baru nantinya mampu memperkuat kolaborasi dengan pengurus kabupaten dan kota, terutama dalam pembinaan atlet usia dini, agar prestasi bulutangkis Aceh dapat terus meningkat di tingkat nasional.
Sementara itu, Sekretaris Umum PBSI Aceh Muchsin mengatakan Musyawarah Kerja PBSI Aceh 2025 telah menyepakati pelaksanaan Musprov pada 7–8 Februari 2026. Pemilihan ketua umum akan dilakukan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBSI.
“Nantinya akan dibentuk panitia pengarah dan panitia pelaksana untuk menampung aspirasi serta pendaftaran calon ketua umum,” kata Muchsin.
Pendaftaran calon Ketua Umum PBSI Aceh dapat dilakukan di Sekretariat PBSI Aceh, Jalan Nyak Adam Kamil II, Ateuk Munjeng, Banda Aceh. Persyaratan calon ketua umum, kata Muchsin, masih dalam tahap perumusan dan akan diumumkan kemudian. []


