Kamis, Februari 12, 2026

Prediksi Hujan Lebat Sepekan ke Depan saat Nataru, Ini Daftar Wilayahnya

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, bertepatan dengan periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Peningkatan curah hujan ini dipicu aktifnya Monsun Asia yang membawa suplai massa udara basah ke wilayah Indonesia.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan, hujan dengan intensitas lebat berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, serta Papua Selatan.

“Secara klimatologis, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Selatan. Peningkatan curah hujan ini diperkirakan berlangsung sejak akhir Desember hingga awal Januari 2026,” kata Andri, dikutip dari laman resmi BMKG, Rabu (24/12/2025).

Adapun untuk wilayah yang baru terdampak bencana hidrometeorologi, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, BMKG memprediksi kondisi cuaca relatif lebih kondusif dalam sepekan ke depan. Berdasarkan peta prakiraan BMKG, ketiga provinsi tersebut didominasi kategori hijau atau curah hujan ringan di bawah 20 milimeter per hari.

“Namun, beberapa titik di Aceh masih berada pada kategori kuning atau hujan sedang, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan,” ujar Andri.

Untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Operasi tersebut berhasil menurunkan intensitas curah hujan sebesar 23,35 persen di Aceh, 15,48 persen di Sumatra Utara, dan 20,23 persen di Sumatra Barat.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan berisiko menimbulkan banjir serta longsor, terutama di wilayah perbukitan dan pesisir. Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas wisata luar ruang saat pergantian tahun.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, informasi cuaca yang dirilis BMKG selama periode Nataru bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan sebagai rujukan mengenali potensi risiko bencana.

“Informasi ini menjadi panduan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, termasuk dengan mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul serta rutin memperbarui informasi cuaca dari BMKG,” kata Abdul.

BMKG mengimbau masyarakat memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG yang menyajikan data real-time dari jaringan sensor dan radar cuaca di seluruh Indonesia. []

Berita Populer

Berita Terkait