Rabu, Februari 11, 2026

Tim EMT Terpadu Dinkes Aceh Layani Ratusan Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

ACEH UTARA — Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Dinas Kesehatan Aceh terus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Pada Selasa, 23 Desember 2025, tim diterjunkan ke sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Langkahan untuk memastikan akses layanan kesehatan tetap berjalan.

Di Posko Pengungsian Desa Matang Tengoh, tim EMT Terpadu melayani 118 pasien, yang sebagian besar merupakan kelompok lanjut usia. Pelayanan melibatkan tenaga medis lintas profesi, mulai dari dokter, perawat, tenaga gizi, hingga petugas kesehatan lingkungan. Tim juga memberikan penyuluhan kesehatan serta dukungan psikososial kepada para pengungsi.

Sementara itu, Tim 6 Gelombang 4 EMT Dinkes Aceh memberikan pelayanan kesehatan di Posko Pengungsian Waduk Jambo Aye, Desa Langkahan. Di lokasi ini, tim melayani 96 pasien rawat jalan, termasuk balita dan kelompok rentan. Selain pemeriksaan dan pengobatan, tim melakukan pemantauan kesehatan lingkungan, keamanan pangan, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Berdasarkan hasil pelayanan, penyakit yang paling banyak ditangani meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan pencernaan, penyakit kulit, serta penyakit tidak menular. Pada kelompok rentan, tim menemukan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), ibu menyusui, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Hingga kini, pengungsi di Posko Waduk Jambo Aye masih menghadapi keterbatasan air bersih dan sarana kebersihan lingkungan.

Selain layanan medis dan pemberian obat-obatan, tim EMT juga melaksanakan kegiatan promotif dan preventif, seperti pemantauan keamanan pangan di dapur pengungsian, pengendalian vektor lalat, serta pemantauan ketersediaan air bersih, jamban, dan saluran pembuangan air limbah. Edukasi PHBS, termasuk cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, dan personal hygiene, turut diberikan kepada pengungsi.

Tim juga memberikan konseling ASI eksklusif dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), serta menyalurkan PMBA bagi balita. Namun, tim menemukan sejumlah Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam kondisi rusak, serta Posyandu yang belum dapat melaksanakan pelayanan pada bulan ini akibat dampak bencana.

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, tim EMT Terpadu Dinkes Aceh menghadapi sejumlah kendala, antara lain akses menuju lokasi yang terbatas, ketersediaan logistik obat-obatan tertentu yang minim, keterbatasan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), kualitas air bersih yang belum memadai, serta pola konsumsi pengungsi yang masih didominasi makanan instan. []

Berita Populer

Berita Terkait