Jumat, Februari 20, 2026

Akses Terputus, Pertamina Kerahkan AMT untuk Pasok BBM ke Bireuen

BIREUEN – Pertamina mengerahkan awak mobil tangki (AMT) sebagai relawan untuk memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap masuk ke Kabupaten Bireuen setelah akses utama menuju wilayah itu terputus akibat banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Rute distribusi dari Fuel Terminal (FT) Lhokseumawe tidak dapat dilalui akibat kerusakan parah. Pertamina kemudian mengaktifkan jalur darurat dari FT Krueng Raya, Aceh Besar. Namun jalur ini juga mengalami hambatan karena jembatan utama terputus diterjang lumpur dan tumpukan material kayu sehingga satu-satunya akses yang tersisa adalah jalan alternatif dari jalur darurat tersebut.

Baca juga:  Delegasi Hukum USK Sabet Dua Penghargaan di Ajang Internasional Jessup 2026

Di tengah kondisi itu, stok BBM di sejumlah SPBU di Bireuen mulai menipis. Untuk mencegah suplai energi terhenti, Pertamina menugaskan AMT dari FT Lhokseumawe dan FT Krueng Raya untuk menembus wilayah terisolasi tersebut.

Salah satu AMT, Muzammil, 43 tahun, warga Bireuen, mengatakan dirinya langsung terpanggil ketika ditunjuk sebagai relawan. Dia menyebut perjalanan kali ini sebagai misi kemanusiaan.

“Kesempatan ini bukan sekadar tugas, tapi kepercayaan. Kami lewat genangan, jalan berlubang, dan waktu tempuh yang jauh lebih panjang,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Reza Andhika, 31 tahun, AMT lainnya, mengatakan perjalanan darurat ini bukan hanya mengangkut BBM, tetapi juga membawa harapan bagi warga. “Kami harus tetap menghantarkan energi yang tak boleh terputus untuk masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Kodam IM Gelar Tradisi Meugang untuk Lestarikan Budaya Aceh Sambut Ramadhan

Pertalite dan Biosolar menjadi jenis BBM yang paling banyak dikirimkan dalam penyaluran darurat menuju Bireuen.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa setiap pergerakan AMT dilakukan dengan standar keselamatan ketat.

“Pertamina selalu memperbarui informasi jalur aman. Keselamatan menjadi yang utama, namun menjaga suplai energi adalah tanggung jawab kami,” ujarnya.

Pertamina menyatakan akan terus berada di garis depan untuk memastikan pelayanan energi tidak terhenti meski akses menuju wilayah terdampak bencana belum sepenuhnya pulih. []

Berita Populer

Berita Terkait