Kamis, Februari 12, 2026

Aceh, Papua dan Jakarta Masuk Titik Kritis, Menhan Ungkap akan Perkuat Pengamanan

JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana penambahan pengerahan prajurit TNI untuk memperkuat pengamanan di tiga wilayah yang disebut sebagai center of gravity atau titik kritis yakni Jakarta, Aceh, dan Papua.

‎Sjafrie mengatakan langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga agar pembangunan dapat berjalan aman dan lancar.

‎“Bahwa dalam rangka mendukung stabilitas nasional supaya pembangunan ini bisa berjalan aman dan lancar, kita telah menerima petunjuk-petunjuk dari Bapak Presiden, baik sebagai Kepala Negara maupun sebagai Kepala Pemerintahan. Kita sudah menetapkan tiga center gravity yang harus kita jamin faktor keamanannya,” kata Sjafrie seusai rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025), seperti dikutip dari detikcom.

‎Dia menjelaskan Jakarta menjadi titik kritis pertama yang mendapat prioritas peningkatan pengamanan. Menurut dia, pengamanan di ibu kota dilakukan dari berbagai arah dan matra.

‎“Yang pertama Jakarta sendiri, kita amankan Jakarta itu dari 360 derajat. Baik dari pengamanan pantai, maupun pengamanan udara, serta pengamanan di darat kita lakukan,” ujarnya.

‎Wilayah kedua yang diprioritaskan adalah Aceh, yang dianggap sebagai pintu barat Indonesia. Sementara Papua menjadi titik ketiga yang mendapatkan penguatan pasukan.

‎“Kemudian center of gravity yang kedua adalah Aceh, sebab ini adalah bagian barat dari wilayah kita. Kemudian Center Gravity ketiga adalah Papua. Kita akan menempatkan pasukan di Papua dan menerapkan satu metode yang kita sebut smart approach,” kata Sjafrie.

‎Rencana pengamanan di Papua, kata dia, menggabungkan dua pendekatan berbeda. “Di mana antara soft approach, pendekatan teritorial, dan hard approach yaitu operasi taktis, kita gabungkan. Sehingga kita ingin merebut hati rakyat agar supaya mereka-mereka yang masih belum mempunyai satu kesamaan pemikiran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ajak untuk bersama-sama,” ujarnya.

‎Sjafrie menegaskan langkah penguatan pengamanan di tiga titik kritis ini merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan Indonesia.

‎“Namun demikian, dalam rangka kita menjaga kedaulatan, kita tidak ingin kedaulatan kita diinjak-injak oleh orang. Sehingga kita tetap harus bersiap siaga dan meneruskan melanjutkan kewaspadaan terhadap kemungkinan-kemungkinan ancaman taktis,” kata dia. []

Berita Populer

Berita Terkait