Rabu, Februari 11, 2026

PLN Dorong Optimalisasi Energi Terbarukan lewat PLTMH Lawe Sikap ‎

KUTACANE – PLN Aceh melalui ULP Kutacane melakukan pengecekan langsung ke Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Lawe Sikap. Pemeriksaan ini untuk memastikan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Aceh Tenggara serta mendukung perluasan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan program dedieselisasi.

‎Manager ULP Kutacane, Firwan Moesnadi, mengatakan kunjungan lapangan itu menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan sistem pembangkit yang menggunakan energi air.

‎“PLTMH Lawe Sikap memiliki peran strategis bagi keandalan sistem kelistrikan Aceh Tenggara. Melalui pengecekan ini, kami memastikan seluruh komponen pembangkit bekerja optimal sehingga potensi gangguan dapat diminimalkan dan suplai listrik kepada masyarakat tetap stabil,” ujar Firwan.

‎PLTMH Lawe Sikap, yang telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu, menjadi salah satu sumber energi utama yang menyuplai listrik bagi sejumlah pelanggan di Aceh Tenggara. Selain memeriksa keandalan pembangkit, PLN juga membahas langkah teknis untuk meningkatkan efisiensi operasional.

‎Manager Operasional PLTMH Lawe Sikap, Jimmy Sinaga, mengapresiasi kunjungan tersebut. “Kami menyambut baik perhatian PLN UID Aceh dan ULP Kutacane terhadap kondisi aktual di pembangkit. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjaga performa PLTMH yang sudah lama beroperasi, sekaligus memastikan kontribusinya terhadap penyediaan energi bersih tetap optimal,” katanya.

‎General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menegaskan komitmen PLN dalam mempercepat transisi energi melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

‎“PLN terus memperkuat pemanfaatan energi terbarukan, termasuk dari PLTMH yang tersebar di berbagai daerah. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih andal, berkelanjutan, dan mendukung percepatan pembangunan di Aceh Tenggara,” ujarnya.

‎PLN UID Aceh, lanjutnya, akan terus mendukung pengembangan energi hijau melalui PLTMH sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih dan meningkatkan kemandirian energi di Aceh. []

Berita Populer

Berita Terkait