Sabtu, Februari 21, 2026

12 Keluarga Pahlawan Terima Bungong Jaroe dari Pemerintah Aceh

BANDA ACEH – Sebanyak 12 keluarga Pahlawan Nasional dan pejuang kemerdekaan menerima Bungong Jaroe dari Pemerintah Aceh dalam peringatan Hari Pahlawan 2025 yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Senin (10/11/2025).

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bersama jajaran Forkopimda Aceh. Acara ini menjadi bentuk penghormatan pemerintah daerah terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga keutuhan Republik Indonesia.

Dua belas ahli waris yang menerima Bungong Jaroe berasal dari keluarga Pahlawan Nasional maupun tokoh pejuang. Mereka di antaranya ahli waris Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, Tgk. Chik Di Tiro, Cut Meutia, Laksamana Malahayati, T. Nyak Arief, Mr. Muhammad Hasan, dan Sultan Iskandar Muda. Penghargaan juga diberikan kepada Kolonel Purn. HM. Djafar Karim selaku Pahlawan Pembela Kemerdekaan RI serta Peltu Purn. Abd. Wahab Nain, Pahlawan Perdamaian Bosnia.

Baca juga:  Aceh Terparah Terdampak Bencana Akibat Curah Hujan Tinggi, Pakar Tekankan Strategi Mitigasi

Fadhlullah mengatakan penyerahan Bungong Jaroe merupakan simbol penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan. Dia mengingatkan bahwa perjuangan di masa kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, tetapi melalui kerja nyata untuk membangun Aceh dan Indonesia.

“Aceh memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang tak pernah tunduk pada penjajahan. Semangat keberanian dan keikhlasan itu harus terus hidup dalam diri generasi sekarang,” ujarnya.

Fadhlullah berharap para keluarga pahlawan terus memberikan dukungan moral kepada pemerintah dalam meneruskan cita-cita perjuangan para pendahulu.

“Menghargai jasa pahlawan bukan hanya mengenang, tetapi melanjutkan nilai dan semangat perjuangan itu dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Baca juga:  Pesantren Jurnalistik AJI Banda Aceh Kembali Dibuka Selama Ramadan

Acara turut dihadiri Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kajati Aceh, pimpinan DPR Aceh, para staf ahli gubernur, pejabat SKPA dan Setda Aceh, perwakilan LVRI Wilayah Aceh, serta keluarga besar para pahlawan. []

Berita Populer

Berita Terkait