Investasi Aceh Tembus Rp4,16 Triliun, Naik Hampir Dua Kali Lipat

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi triwulan III 2025 mencapai Rp4,16 triliun, hampir dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu.

Kepala DPMPTSP Aceh, Marwan Nusuf, mengatakan capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Aceh semakin kuat. Dari total realisasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi Rp3,98 triliun (95,5 persen), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp185,7 miliar (4,5 persen).

“Lonjakan ini bukti iklim investasi di Aceh makin kondusif. Pemerintah terus mempercepat pelayanan perizinan berbasis digital melalui OSS-RBA agar investasi dapat direalisasikan tanpa hambatan,” ujar Marwan.

Secara kumulatif, total investasi Januari–September 2025 mencapai Rp7,75 triliun, atau 81,5 persen dari target tahunan Rp9,5 triliun. Marwan optimistis target akan tercapai bahkan bisa terlampaui.

Baca juga:  Patroli Satgas Damai Cartenz di Intan Jaya, Aparat Jalin Interaksi dengan Warga dan Anak-anak

Sektor perdagangan dan reparasi menjadi penyumbang terbesar, Rp2,29 triliun (55,2 persen), diikuti tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp667,3 miliar (16 persen), pertambangan Rp401,6 miliar (9,65 persen), transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp245,5 miliar (5,9 persen), serta industri makanan Rp244,8 miliar (5,88 persen).

“Perdagangan dan pertanian masih jadi tulang punggung ekonomi Aceh, namun investor kini mulai tertarik ke sektor hilir seperti pengolahan pertanian dan industri makanan,” kata Marwan.

Berdasarkan wilayah, Kabupaten Aceh Tamiang tercatat investasi tertinggi Rp942,9 miliar, diikuti Kota Lhokseumawe Rp812,9 miliar, Aceh Timur Rp684,8 miliar, Aceh Barat Rp348,6 miliar, dan Aceh Singkil Rp260,4 miliar.

Investasi asing triwulan III didominasi negara Asia dan Eropa. Lima besar: Singapura Rp56,7 miliar, Seychelles Rp38,6 miliar, Belgia Rp37,5 miliar, Turki Rp24,3 miliar, dan Inggris Rp8,8 miliar.

Baca juga:  Pemerintah Aceh Fokuskan TKD 2026 untuk Penanganan Bencana

“Kerja sama ini kami dorong di sektor energi, agrikultur, dan tekstil. Ini membuka lapangan kerja baru,” ujar Marwan.

Hingga triwulan III, proyek investasi menyerap 3.504 tenaga kerja lokal—3.344 di PMDN dan 160 di PMA. Marwan menekankan seluruh pekerja adalah lokal, sehingga investasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Dibanding triwulan III 2024, investasi Aceh naik Rp2,07 triliun atau hampir 99 persen. Marwan menyebut kinerja ini berkat dukungan kebijakan gubernur dan wakil gubernur serta promosi investasi ke luar negeri.

“Aceh aktif menjemput peluang dengan negara seperti Bangladesh, Arab Saudi, dan Tiongkok. Dengan pelayanan cepat dan kebijakan konsisten, Aceh siap jadi destinasi investasi unggulan di Indonesia bagian barat,” kata Marwan. []

Berita Populer

Berita Terkait