Kamis, Februari 12, 2026

‎350 Pelajar di Aceh Besar Terima Beasiswa Semen Andalas

ACEH BESAR – Sebanyak 350 pelajar dari Kecamatan Lhoknga dan Leupung menerima Beasiswa Semen Andalas 2025 yang diserahkan oleh PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Andalas Hall Aceh Besar, Selasa, 21 Oktober 2025.

‎General Manager Solusi Bangun Andalas, R Adi Santosa, mengatakan program beasiswa ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia di Aceh.

‎Dia menegaskan, dukungan terhadap pendidikan menjadi bagian dari komitmen SBA untuk membangun keberlanjutan di wilayah sekitar operasional perusahaan.

‎“Kami tidak hanya membangun secara fisik, tapi juga manusia. Keberlanjutan tidak diukur dari kokohnya bangunan semata, melainkan dari kuatnya generasi muda di sekitarnya,” ujar Adi.

‎Beasiswa Semen Andalas merupakan salah satu program unggulan pilar sosial CSR perusahaan. Tahun ini, bantuan diberikan kepada 100 mahasiswa, 100 siswa SMA sederajat, 100 siswa SMP sederajat, serta 50 santri dayah salafiyah.

‎Sejak diluncurkan pada 2012, total penerima beasiswa telah mencapai 5.200 pelajar. Proses seleksi dilakukan sejak Maret 2025 dengan melibatkan lembaga pendidikan independen untuk menjaga transparansi dan kredibilitas.

‎Penyerahan beasiswa turut dihadiri Asisten I Sekda Aceh Besar Farhan AP, Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

‎Farhan yang hadir mewakili Bupati Aceh Besar memberikan apresiasi atas konsistensi SBA dalam mendukung dunia pendidikan.

‎“Apa yang dilakukan Solusi Bangun Andalas bukan sekadar bantuan finansial, tapi investasi sosial jangka panjang. Banyak penerima beasiswa kini telah menempuh pendidikan tinggi dan kembali mengabdi untuk daerahnya,” kata Farhan.

‎Salah satu penerima, Jillyanas Shaumi, mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala asal Lhoknga, mengaku bersyukur bisa kembali menerima bantuan tersebut untuk kelima kalinya.

‎“Beasiswa ini bukan hanya meringankan biaya kuliah, tapi juga menjadi motivasi untuk terus berusaha dan membanggakan orang tua,” ujarnya.

‎Jillyanas berharap suatu saat dapat berkontribusi dengan mengajar anak-anak di desanya agar berani bermimpi dan melanjutkan pendidikan tinggi.

‎Sementara itu, Ardi Al Arraf, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry asal Leupung, menilai bantuan tersebut memberi semangat baru bagi penerimanya.

‎“Bantuan ini meyakinkan kami bahwa kami tidak sendiri dalam berjuang. Ada pihak yang peduli dan percaya kami bisa meraih cita-cita,” tutur Ardi. []

Berita Populer

Berita Terkait