Sabtu, Februari 21, 2026

Prabowo di PBB: Akui Palestina, Baru Kami Akui Israel

NEW YORK – Presiden Prabowo Subianto menyerukan pengakuan penuh terhadap negara Palestina dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi Internasional untuk Penyelesaian Damai Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara.

Dalam forum yang digelar di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin, 22 September 2025, waktu setempat. Prabowo menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza tak boleh terus dibiarkan. “Bencana kemanusiaan terbentang di depan mata kita,” ujar Prabowo membuka pidatonya.

Dia mengecam keras kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa dan mendesak komunitas internasional segera bertindak. “Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza,” katanya.

Baca juga:  ATM Hilang, Nasabah Keluhkan Penarikan Tunai di BSI

Menurut Prabowo, pengakuan terhadap negara Palestina merupakan langkah yang tepat dan berada di sisi sejarah yang benar. Dia menegaskan komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan permanen antara Palestina dan Israel. “Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian,” ucapnya.

Dalam pernyataan yang mencuri perhatian, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia siap mengakui negara Israel—namun dengan satu syarat utama. “Setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel. Kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” ujarnya.

Konferensi Tingkat Tinggi ini merupakan bagian dari rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-80. Forum diinisiasi oleh Prancis dan Arab Saudi, masing-masing diwakili oleh Presiden Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

Baca juga:  Purnawirawan TNI Prihati Pujowaskito Ditunjuk Sebagai Dirut BPJS Kesehatan

Sesi pertama konferensi dibuka dengan pidato Macron, Pangeran Faisal, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Pada sesi kedua, sebanyak 33 pemimpin negara dan organisasi internasional menyampaikan pandangan mereka, termasuk dari Uni Eropa dan Liga Arab.

Prabowo berbicara pada urutan kelima, setelah Raja Yordania Abdullah II, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, dan Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa. []

Berita Populer

Berita Terkait