Minggu, Februari 22, 2026

Sisir Warung Kopi, BPOM Temukan Mie dan Kerupuk Diduga Berbahan Berbahaya

BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh menemukan dugaan penggunaan bahan berbahaya dalam pangan yang dijual di sejumlah warung kopi. Temuan ini muncul saat tim gabungan BPOM dan Satuan Karya (SAKA) Pramuka POM menyisir lima warung kopi di Banda Aceh dalam kegiatan bertajuk Sanger Ureueng Aceh, Kamis, 18 September 2025.

Dari hasil pengawasan di lapangan, tim mengamankan dua jenis sampel—kerupuk tempe dan mie—yang menunjukkan indikasi mengandung bahan berbahaya saat diuji secara sederhana di tempat. Sampel tersebut langsung dibawa ke laboratorium BPOM untuk dilakukan uji konfirmasi.

“Pengujian awal menunjukkan potensi penggunaan zat yang dilarang dalam pangan. Tapi kami tetap menunggu hasil laboratorium sebagai dasar tindakan lebih lanjut,” ujar Rosihan Maulana Arby, Penanggung Jawab Kegiatan dari BPOM Banda Aceh.

Baca juga:  Aceh Terparah Terdampak Bencana Akibat Curah Hujan Tinggi, Pakar Tekankan Strategi Mitigasi

Selain pengambilan sampel, kegiatan juga mencakup Tribakti Pangan Aman, yang meliputi edukasi keamanan pangan, pemantauan penyajian makanan, dan pembukaan Pojok Konsultasi. Di pos ini, masyarakat dan pelaku usaha bisa berkonsultasi soal produk makanan, obat, dan prosedur registrasi.

Warung kopi yang dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan diberi Stiker Sanger Ureueng Aceh sebagai tanda layak konsumsi dan bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha yang patuh terhadap regulasi.

Rosihan menjelaskan program ini merupakan inovasi kolaboratif antara BPOM dan SAKA POM yang dirancang khusus untuk menyasar warung kopi—ruang sosial yang sangat lekat dengan budaya masyarakat Aceh.

Baca juga:  DPRK Desak Penertiban Anjing Liar yang Resahkan Warga Banda Aceh

“Kami ingin pendekatan pengawasan pangan bisa masuk ke ruang sehari-hari masyarakat. Warung kopi bukan hanya tempat berkumpul, tapi bisa menjadi ruang edukasi pangan yang efektif,” ujarnya.

Melalui Sanger Ureueng Aceh, BPOM berharap kesadaran pelaku usaha semakin meningkat terhadap pentingnya menjaga mutu dan keamanan produk. Ke depan, BPOM berencana memperluas jangkauan program ini ke wilayah lain dan terus mendorong partisipasi publik dalam pengawasan pangan secara aktif. []

Berita Populer

Berita Terkait