Sabtu, Februari 21, 2026

Trans Koetaradja Buka Trayek Baru Simpang Mesra-Kajhu, Dilayani Dua Bus Feeder Setiap Hari

BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh resmi meluncurkan trayek baru Trans Koetaradja jurusan Simpang Mesra–Kajhu pada Rabu, 17 September 2025. Trayek ini dioperasikan oleh dua unit bus feeder setiap hari untuk melayani kebutuhan transportasi warga di wilayah Baitussalam, Aceh Besar.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menyampaikan trayek baru beroperasi mulai pukul 06.50 hingga 17.30 WIB, dengan rute melalui Jalan Laksamana Malahayati dan berakhir di Pasar Labuy. Layanan ini diharapkan menjadi alternatif transportasi yang mudah dan nyaman bagi masyarakat.

“Trayek Feeder 9 (Rute Simpang Mesra-Kajhu) ini dilayani dua bus medium. Kami berharap dapat mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat,” ujar Faisal saat peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Depo Trans Koetaradja, Banda Aceh.

Baca juga:  Kapolda Aceh Tinjau Lokasi Jembatan Putus di Bireuen, Pembangunan Bailey Dikebut

Sejak 2016, layanan bus Trans Koetaradja ini gratis dan mendapat subsidi dari Pemerintah Aceh. Dishub Aceh juga menyediakan layanan pengaduan 24 jam untuk masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau masukan terkait trayek baru melalui nomor hotline resmi dan aplikasi Trans Koetaradja.

Penghargaan untuk Tokoh Transportasi

Pada puncak peringatan Harhubnas, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, memberikan penghargaan kepada tokoh inspiratif dan insan transportasi berdedikasi asal Aceh.

Penghargaan Tokoh Inspiratif diberikan kepada pilot Garuda Indonesia, Capt. Ichsan, atas dedikasinya mengangkut ribuan jemaah haji Aceh sejak 2018. Sementara itu, sopir labi-labi trayek Seulimum–Banda Aceh, Tarmizi, yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun, menerima penghargaan Insan Transportasi Berdedikasi.

Baca juga:  ATM Hilang, Nasabah Keluhkan Penarikan Tunai di BSI

Sekda Aceh menekankan pentingnya memperkuat konektivitas antarwilayah. Dia menyoroti lamanya waktu tempuh perjalanan dari Banda Aceh ke Singkil, Simeulue, dan rute Subulussalam ke Muara Situlen Aceh Tenggara yang bisa mencapai tujuh jam karena harus memutar melewati Sumatera Utara.

“Kita harus manfaatkan momentum ini untuk membangun konektivitas yang lebih mudah, murah, dan cepat,” ujarnya.

Nasir juga menyebut sinyal positif dari Kementerian PUPR terkait pembukaan akses jalan yang selama ini menjadi kendala.

Selain itu, Aceh tengah mengupayakan pengembangan jalur pelayaran internasional Krueng Geukuh–Penang (Malaysia) yang dinilai berpotensi membuka akses ekspor komoditas unggulan ke negara tetangga. []

Berita Populer

Berita Terkait