Kamis, Februari 12, 2026

Dari Rakit ke Jembatan: Janji Mualem untuk Kuala Baru

ACEH SINGKIL — Gubernur Aceh Muzakir Manaf menempuh perjalanan tidak biasa pada Sabtu, 6 September 2025. Pria yang akrab disapa Mualem itu menyeberangi sungai dengan rakit saat meninjau akses menuju Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil — wilayah yang selama ini nyaris terputus dari konektivitas darat.

Perjalanan Mualem dimulai dari pusat kota Aceh Singkil. Rombongan sempat melaju mulus hingga melewati jembatan di kawasan Kilangan. Namun setelah itu, jalan mulai berubah menjadi batuan terjal dan berlubang hingga akhirnya berhenti di Gampong Kuala Baru Laut — titik di mana kendaraan tak bisa lagi melaju.

Di lokasi itu, tak ada jembatan yang membentang di atas sungai keruh yang memisahkan desa. Satu-satunya pilihan, rakit kayu yang juga memuat kendaraan. Mobil dinas bernomor polisi BL 1 yang ditumpangi Gubernur pun ikut diangkut.

Setibanya di Gampong Suka Jaya, Kecamatan Kuala Baru, Mualem berbicara langsung di hadapan warga. Dia berjanji pemerintah Aceh akan segera membangun jembatan darurat, sembari mengupayakan jembatan permanen melalui dana provinsi dan pemerintah pusat.

“Kita akan bangun jembatan sementara dulu. Saya minta PUPR Aceh segera turun tangan dengan jembatan bailey. Untuk jembatan permanen, kita upayakan lewat dukungan pusat dan provinsi,” kata Mualem.

Tak hanya soal jembatan, kondisi jalan menuju Kuala Baru juga masuk radar perhatian. Menurut Mualem, pembangunan akses jalan dari Singkil akan dipercepat. Jika belum selesai dalam anggaran perubahan tahun ini, proyek itu akan dilanjutkan tahun depan.

Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, yang turut mendampingi, menyebut kunjungan Mualem memberi harapan baru bagi warga Kuala Baru yang selama ini merasa terabaikan.

“Alhamdulillah, pernyataan Pak Gubernur jelas dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Bahkan saya kaget, beliau langsung sebut jembatan bailey akan dibangun,” ujar Safriadi.

Hal senada disampaikan Mukim Kuala Baru, Mahmudin. Dia menyampaikan langsung keluhan warganya kepada Gubernur: jalan rusak, jembatan tak ada, dan rakit menjadi satu-satunya penghubung dengan pusat kota.

“Harapan kami, jalan dan jembatan di sini bisa seperti daerah lain. Jangan kami terus-terusan tertinggal,” kata Mahmudin. []

Berita Populer

Berita Terkait