Rilis Program Pesantren Bebas TB, Wamenag Tekankan Pelindungan Santri

DELI SERDANG – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa para santri merupakan benteng utama penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus calon pemimpin masa depan yang wajib dijamin kualitas kesehatan dan pendidikannya.

​Pernyataan tersebut disampaikan Wamenag saat memimpin peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

​Wamenag mengingatkan kembali peran sejarah pesantren dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

​”Tidak lengkap mencatat sejarah kemerdekaan kalau di dalamnya tidak disebut pesantren,” ujar Romo.

​Dalam kesempatan tersebut, Romo ​menjelaskan bahwa perhatian besar Kepala Negara terhadap dunia pesantren diwujudkan melalui penaikan status kelembagaan pengelola pesantren di Kementerian Agama menjadi Direktorat Jenderal Pesantren, serta pelaksanaan kebijakan prioritas yang berorientasi pada penjagaan maqashid syariah (tujuan syariat). ​

Baca juga:  Polri Tertibkan Debt Collector, Dorong Legalitas Profesi dan Cegah Praktik Premanisme

Romo menguraikan bagaimana program-program pemerintah selaras dengan prinsip perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, termasuk perlindungan generasi muda dari ancaman penyakit fisik maupun penyimpangan budaya.

​“Pemerintah hadir untuk memastikan jiwa dan akal generasi bangsa terlindungi. Kesehatan santri kita jamin melalui deteksi dini TB, sementara moralitas dan kesehatan keturunan kita bentengi dari penyusupan budaya asing yang merusak melalui regulasi dan penyusunan insersi kurikulum pencegahan,” tegasnya.

​Di samping itu, dia menekankan bahwa pola kerja sama dan kolaborasi erat antara tiga kementerian menjadi kunci utama dalam menyukseskan gerakan Pesantren Sehat Nasional dan pemberantasan tuberkulosis di lingkungan pesantren.

Baca juga:  Kapolda Aceh Sambut Kedatangan Mendagri Tito Karnavian

​“Tidak ada keberhasilan yang dicapai sendiri-sendiri. Kita ini satu tim di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Pesantrennya ada di Kementerian Agama, obat dan tenaga ahlinya di Kementerian Kesehatan, dan fasilitas daerah dikordinasikan Kementerian Dalam Negeri. Sekali datang tiga kementerian, insya Allah semua persoalan selesai,” ujarnya.

Romo menargetkan, setelah peluncuran di Sumatera Utara ini, Safari Pesantren Sehat akan segera berlanjut ke berbagai daerah strategis seperti Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga DKI Jakarta guna memastikan seluruh warga pesantren di Indonesia mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai.[]

Berita Populer

Berita Terkait