Asisten I Sekdakab Aceh Besar Pimpin Rakortek TKPK, Optimalkan Pemanfaatan Data sebagai Dasar Intervensi Konvergensi Program

KOTA JANTHO – Asisten I Sekdakab Aceh Besar, Farhan AP memimpin Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Aceh Besar dengan menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan data sebagai dasar dalam menentukan intervensi dan menyelaraskan program penanggulangan kemiskinan secara terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Rapat tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Bappeda Aceh Besar, Rabu (21/10/2026)

Turut hadir, Kepala Bappeda Aceh Besar, Agus Husni, SP, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Ns Nila Karmila dan Kepala BPS Aceh Besar, Rudi Hermanto, SST, MSi serta para Sekretaris Organisasi Perangkat Daerah.

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar perangkat daerah dalam merumuskan kebijakan dan langkah strategis penanggulangan kemiskinan. Melalui koordinasi teknis ini, setiap program diharapkan tidak berjalan secara parsial, melainkan terintegrasi berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi riil di lapangan.

Farhan menegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan program pembangunan, khususnya dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemanfaatan data harus menjadi dasar utama dalam menyusun perencanaan dan menentukan intervensi program. Dengan data yang akurat, kita dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi masyarakat, menentukan kelompok sasaran secara tepat, serta memastikan program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat,” ujar Farhan

Baca juga:  ISEF 2026: ”Kebaikan untuk Semua” Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia

Menurutnya, penanggulangan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang komprehensif dengan melibatkan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga penyediaan infrastruktur dasar. Karena itu, setiap perangkat daerah perlu memastikan program dan kegiatan yang direncanakan saling mendukung serta berorientasi pada hasil yang terukur.

Ia juga mengingatkan bahwa sinkronisasi data antarsektor menjadi hal penting agar pelaksanaan program tidak tumpang tindih dan tidak menimbulkan kesenjangan dalam pemberian bantuan maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai program yang kita jalankan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena lemahnya pemanfaatan data. Kita ingin setiap intervensi memiliki sasaran yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta mekanisme evaluasi yang dapat menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Farhan berharap seluruh anggota TKPK dan perangkat daerah terkait dapat meningkatkan komitmen dalam berbagi data, menyelaraskan perencanaan, serta memperkuat koordinasi sejak tahap identifikasi masalah hingga pelaksanaan dan evaluasi program.

Menurutnya, konvergensi program tidak hanya dimaknai sebagai penyatuan kegiatan, tetapi juga sebagai upaya memastikan berbagai bentuk intervensi dapat saling melengkapi untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan secara menyeluruh.

Baca juga:  Kodam IM Sambut Pangdam Baru dan Lepas Pangdam Lama

Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah perlu memperhatikan karakteristik dan kebutuhan masyarakat pada setiap wilayah. Pendekatan berbasis data memungkinkan pemerintah mengidentifikasi persoalan secara lebih spesifik, sehingga kebijakan yang diambil dapat disesuaikan dengan kondisi kelompok sasaran.

Rakortek TKPK juga diharapkan menjadi ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah perbaikan yang lebih efektif dan efisien.

Melalui penguatan koordinasi teknis dan optimalisasi pemanfaatan data, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berupaya memastikan agenda penanggulangan kemiskinan dilaksanakan secara terarah, terintegrasi, dan berkesinambungan.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita harus bekerja secara terkoordinasi, menggunakan data sebagai pijakan, dan memastikan setiap kebijakan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Besar,” pungkas Farhan

Dengan demikian, optimalisasi pemanfaatan data dan penguatan konvergensi program diharapkan mampu mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan serta mewujudkan pembangunan Kabupaten Aceh Besar yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.[]

Berita Populer

Berita Terkait