Bupati Aceh Besar Hadiri Milad HUDA ke-27, Tegaskan Peran Ulama dalam Pembangunan Daerah

BANDA ACEH — Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, menghadiri malam puncak Peringatan Milad ke-27 Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) yang berlangsung di Aula Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Senin (14/9/2026) malam.

Acara yang dihadiri jajaran ulama karismatik dan pimpinan dayah se-Aceh tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah daerah.

Bupati Aceh Besar yang akrab disapa Syech Muharram memberikan apresiasi mendalam atas peran konsisten HUDA selama lebih dari dua dekade dalam menjaga benteng keilmuan Islam dan merawat perdamaian di Bumi Serambi Mekkah. Menurutnya, keberadaan ulama dayah merupakan pilar utama dalam pembangunan karakter masyarakat yang berakhlakul karimah.

“Peran ulama dayah melalui HUDA sangat strategis dalam membimbing umat dan menjaga keberlanjutan syariat Islam di Aceh. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen untuk terus bermitra dengan para ulama, khususnya dalam mendukung penguatan pendidikan dayah dan program keagamaan yang menyasar generasi muda,” ujar Muharram Idris.

whatsapp image 2026 09 15 at 16481411

Menurutnya, ulama memiliki posisi strategis dalam membangun karakter masyarakat, khususnya generasi muda, di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun daerah. Peran ulama sangat penting, terutama dalam memberikan pendidikan, pembinaan akhlak, serta membimbing masyarakat agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama,” ujar Muharram Idris.

Ia berharap momentum Milad HUDA ke-27 dapat semakin memperkuat kebersamaan dan komunikasi antara ulama, pemerintah serta seluruh elemen masyarakat.

Baca juga:  Wagub Aceh Minta Unsur Daerah Masuk Struktur Desk Koordinasi Aceh

Muharram juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan pendidikan dayah, pembinaan generasi muda dan penguatan kehidupan keagamaan.

“Semoga HUDA terus menjadi wadah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Aceh dan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.

Ketua Tanfidziyah PB HUDA, Dr Tgk H Anwar Usman MM atau akrab disapa Abiya Kuta Krueng, mengajak para ulama dan pengurus HUDA menjadikan momentum 27 tahun berdirinya organisasi tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan membahas berbagai persoalan di Aceh.

Ia mengatakan, perjalanan PB HUDA selama 27 tahun bukanlah waktu yang singkat. Organisasi tersebut lahir ketika Aceh masih berada dalam situasi konflik dan darurat militer.

“27 tahun lahir. Ini bukanlah waktu yang singkat. Berjalan dengan tertatih-tatih. Lahir di dalam konflik. Aceh lagi bergejolak, lagi darurat militer,” kata Abiya Kuta Krueng.

Dalam kesempatan tersebut, Abiya Kuta Krueng juga mengenang sejumlah tokoh yang pernah memimpin PB HUDA. Kepemimpinan pertama diemban Allahyarham Abu H Ibrahim Bardan (Abu Panton Labu), kemudian dilanjutkan Waled H Nuruzzahri Yahya  (Waled Nu) dan Al-Mukarram Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG (Abu Mudi).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin SPdI, yang mewakili Gubernur Aceh mengajak para ulama, pimpinan dayah, maupun para santri untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya bersama penguatan dayah.

Baca juga:  Buka RIAB Fair XIII, Bupati Muharram Idris Ajak Generasi Muda Aceh Tumbuh Cerdas, Peduli dan Berprestasi

Muhsin mengatakan, Pemerintah Aceh ingin melahirkan generasi dayah yang mampu menguasai teknologi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap kokoh dalam iman, akhlak, serta identitas keislaman dan ke-Aceh-an.

“Dayah yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat. Santri yang berilmu dan berakhlak adalah kekuatan masa depan Aceh,” ujar Muhsin.

Puncak Milad ke-27 PB HUDA juga diisi dengan penyerahan Anugerah Milad HUDA ke-27. Anugerah tersebut diberikan atas jasa, perjuangan dan pengabdian dalam membangun serta mengembangkan PB HUDA.

Penghargaan pertama diberikan kepada Allahyarham Abu H Ibrahim Bardan (Abu Panton Labu) yang dalam hal ini diterima oleh Tgk H Ibnu Hajar selaku perwakilan dari Dayah Malikussaleh Panton Labu.

Penghargaan kedua diberikan kepada Allahyarham Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop) yang dalam hal ini diterima oleh Abana H Ihsan M Jafar selaku perwakilan dari Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb.

Selain itu, puncak Milad ke-27 PB HUDA juga diisi dengan penyampaian kisah perjalanan atau refleksi berdirinya PB HUDA yang disampaikan oleh Baba Tgk H Baihaqi Yahya Panton Labu.

Puncak Milad ke-27 PB HUDA juga diisi dengan penyampaian tausiah yang disampaikan oleh Ulama Kharismatik Aceh, Waled H Nuruzzahri Yahya atau akrab disapa Waled Nu.[]

Berita Populer

Berita Terkait