Dorong Produktivitas Cabai, Bank Indonesia Aceh Perkuat Klaster Petani di Aceh Barat

MEULABOH — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menggelar kegiatan bantuan teknis (bantek) budidaya cabai merah bagi kelompok tani binaan di Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) sebagai wujud komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga pangan daerah melalui penguatan pasokan komoditas pangan strategis, khususnya cabai merah yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi secara tahunan (yoy) di Kabupaten Aceh Besar pada bulan Juli 2026.

Kegiatan merupakan sinergi Bank Indonesia dengan Pemda Aceh Barat yang bertujuan untuk memberikan pembekalan terkait persiapan dan olah tanah, penanganan hama dan penyakit tanaman, hingga manajemen keuangan usaha tani.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh penyuluh pertanian dari kecamatan dan desa binaan, serta perwakilan lima kelompok tani binaan Bank Indonesia di Kabupaten Aceh Barat, yaitu Sabee Hatee, Hudep Beusaree, Usaha Bersama, Rezeki Tani, dan Alue Bak Jok.

HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI

“Kami juga mengajarkan petani cara mengukur unsur hara tanah menggunakan alat Jinawi, sehingga rekomendasi pemupukan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak boros biaya,” jelas Hafrizal praktisi budidaya cabai merah, dan Andi Hidayat Konsultan Pertanian Bank Indonesia Provinsi Aceh.

Baca juga:  Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak di 14 Polda

Selain bantuan teknis, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama kelompok tani sebagai kelompok binaan Bank Indonesia.

Diharapkan para petani berkomitmen untuk mencatat keuangan hasil budidaya pertanian secara tertib, mendokumentasikan dan membagikan setiap perkembangan kegiatan, menjalankan rekomendasi teknis dari para narasumber, hingga menjaga serta memanfaatkan bantuan sesuai dengan peruntukannya.

Komitmen ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sarana produksi yang diserahkan, sehingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh petani dan turut mendukung ketahanan pangan di Aceh Barat.

“Kami berharap sinergi antara Bank Indonesia, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat, dan kelompok tani ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang berkelanjutan, sekaligus mendorong Aceh Barat menjadi salah satu sentra produksi cabai merah yang kompetitif di Provinsi Aceh” ujar Asisten Analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Musthafa Umar.

Baca juga:  Muktamar ke-35 NU Diharapkan Berlangsung Jujur, Adil dan Penuh Akhlak

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh terus aktif mendukung program pengendalian inflasi daerah dengan memperkuat ketersediaan pasokan komoditas pangan strategis, salah satunya melalui pengembangan klaster komoditas pangan bersama pemerintah daerah dan kelompok tani binaan.[]

Berita Populer

Berita Terkait