Workshop Sensus Ekonomi 2026: Jurnalis Perlu Mengubah Data Menjadi Kisah yang Mudah Dipahami

BANDA ACEH – Kemampuan mengolah data menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat menjadi salah satu tantangan terbesar dalam jurnalisme ekonomi saat ini.

Data statistik yang melimpah tidak akan memberikan manfaat apabila hanya disajikan dalam bentuk angka tanpa penjelasan mengenai dampaknya terhadap kehidupan publik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Reza Munawir, saat menjadi narasumber dalam Workshop Wartawan bertajuk Tantangan Besar Sensus Ekonomi 2026, Selasa (21/7/2026).

Menurut Reza, masyarakat tidak lagi hanya membutuhkan angka-angka statistik, tetapi juga penjelasan mengenai arti dan dampak data tersebut terhadap kondisi ekonomi yang mereka hadapi sehari-hari.

“Yang ingin diketahui pembaca adalah bagaimana sebuah data memengaruhi kehidupan mereka, bukan sekadar besarnya angka yang disajikan,” kata Reza.

Ia menjelaskan, data ekonomi dapat menjadi dasar untuk mengulas berbagai persoalan, seperti perkembangan dunia usaha, minat investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga dinamika sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan pengolahan yang tepat, data mampu menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi ekonomi di lapangan.

Baca juga:  PWI Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pelecehan terhadap Profesi Wartawan

Meski demikian, Reza mengakui jurnalis masih menghadapi berbagai kendala dalam menerapkan jurnalisme berbasis data. Salah satunya adalah besarnya volume data yang tidak selalu mudah diterjemahkan menjadi cerita yang menarik dan relevan bagi pembaca. Selain itu, data resmi sering kali dirilis setelah kondisi ekonomi mengalami perubahan, sehingga menuntut wartawan untuk mampu memberikan konteks yang lebih luas.

Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan menentukan sudut pandang pemberitaan. Menurutnya, pembaca umumnya lebih tertarik pada perbandingan dan tren daripada sekadar angka tunggal. Karena itu, visualisasi data menjadi salah satu cara efektif untuk membantu masyarakat memahami informasi yang kompleks.

Baca juga:  Kapolda Aceh Perkuat Kemitraan dengan Insan Pers untuk Hadirkan Informasi Kredibel dan Bangun Kepercayaan Publik

“Persaingan media menuntut berita disajikan dengan cepat, tetapi akurasi tetap menjadi prioritas. Di situlah tantangan terbesar dalam jurnalisme data saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Reza menekankan bahwa hasil sensus ekonomi seharusnya tidak hanya dijadikan bahan kutipan dalam berita. Jurnalis perlu menghubungkannya dengan isu-isu ekonomi yang sedang berkembang agar informasi yang disampaikan benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia berharap para wartawan semakin mampu mengolah data menjadi laporan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menjelaskan persoalan ekonomi secara lebih mendalam, sehingga pembaca dapat memahami makna di balik setiap angka yang dipublikasikan.[]

Berita Populer

Berita Terkait