BANDA ACEH – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh menyita puluhan mainan anak yang dinilai sangat berbahaya. Mainan yang dikalangan anak-anak dikenal dengan nama ‘Jelly Squishy Suntikan’ itu disita karena menggunakan jarum suntik bermata besi asli seperti yang digunakan di dunia medis.
Penertiban dilakukan oleh petugas gabungan Satpol PP WH bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh pada Selasa (21/7/2026).
Razia menyasar pedagang di sekitar MIN 2 Banda Aceh, Jalan Teuku Hasyim Banta Muda, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam.
Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari seorang wali murid. Orang tua tersebut terkejut saat mendapati anaknya yang masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) membawa pulang mainan yang dilengkapi jarum suntik tajam.
Berdasarkan penelusuran wali murid, pedagang diketahui menjual mainan viral tersebut secara bebas kepada para siswa di area depan MIN 2 Banda Aceh. Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan langsung bergerak ke lokasi.
Komandan Pleton (Danton) 1 Satpol PP WH Banda Aceh, Lukman Hakim mengatakan, dari hasil interogasi di lapangan, pedagang mengaku mendapatkan pasokan barang dari seorang distributor di Medan. Petugas kemudian langsung menyita seluruh sisa barang dagangan yang masih tersedia.
“Total barang bukti yang berhasil kami sita pada hari ini berjumlah dua lembar atau sebanyak empat puluh buah mainan,” kata Lukman.
Lukman menjelaskan, barang bukti tersebut dibagi menjadi dua untuk proses lebih lanjut. Sebanyak 20 buah mainan diamankan di Markas Komando Satpol PP WH.
“Sebanyak dua puluh buah sisanya langsung kami serahkan kepada tim Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna mengetahui secara pasti kandungan apa saja yang terdapat di dalam mainan jelly squishy tersebut,” jelas Lukman.
Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, memberi peringatan keras atas temuan barang berbahaya di lingkungan sekolah ini. Ia juga mengapresiasi respons cepat wali murid yang segera melaporkan temuan tersebut.
“Mainan yang menggunakan jarum suntik besi asli ini jelas sangat tidak wajar dan berpotensi besar membahayakan keselamatan fisik serta kesehatan anak-anak kita,” tegas Rizal.
Rizal mengimbau seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk lebih ekstra protektif dalam mengawasi jajanan maupun mainan yang dibeli oleh pelajar. Ia menegaskan, pascakejadian ini Satpol PP WH Banda Aceh akan terus meningkatkan intensitas patroli di kawasan sekolah untuk memastikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat.[]


