BEKASI – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono merespons cepat kisah viral Heru Baskoro (84), putra dari pengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sayuti Melik, yang dikabarkan hidup terlunta-lunta. Upaya pendampingan secara komprehensif pun menjadi harapan baru bagi Heru dan istrinya.
Sejak Senin (13/7), Heru yang merupakan anak kandung Sayuti Melik dan tokoh pers SK Trimurti telah dievakuasi dari rumah kontrakannya di Rawalumbu, Kota Bekasi, ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Kota Bekasi untuk mendapatkan bantuan residensial, rehabilitasi medis dan psikososial.
Agus juga sempat berbincang langsung dengan Heru dan sang istri, Treyzia Noviani (65), di teras STPL Bekasi.
“Untuk sementara Pak Heru dan Ibu tinggal di sini, akan ada bantuan medis dan psikososial, sehingga pak Heru jika butuh sesuatu bisa bilang ke staf disini, disini ada dokter juga,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Kebutuhan sehari-hari pasangan suami istri ini juga akan dipenuhi. Agus pun sempat mengecek langsung layanan STPL kepada pasutri tersebut.
“Sementara disini nyaman?,” tanya Agus.
“Nyaman, Senang,” ucap Treyzia.
“Pak Heru juga senang disini?,” tanya Agus.
“Senang,” ucap Heru.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga memberi motivasi dan semangat kepada Heru dan istrinya. Ia mengatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) akan menjadi jembatan bagi pihak terkait lainnya serta pihak keluarga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Heru.
Hidup Heru sebelumnya tergolong sangat cukup karena sejak tahun 1998 hingga 2024, ia dan istrinya tinggal di negara Kanada. Sehari-hari ia mencukupi kebutuhannya dengan bekerja sebagai staf senior di sebuah perusahaan minyak. Heru juga diketahui memiliki status kewarganegaraan tetap Amerika.
Namun, kondisi kehidupannya berubah setelah memutuskan kembali ke Indonesia pada 2024. Heru mengalami gangguan pada mata kanannya yang menyebabkan penurunan penglihatan dan sempat bolak-balik Indonesia-Kanada untuk menjalani pengobatan.
Setelah berjalan enam bulan berada di Indonesia, dana pensiun milik Heru tidak dapat dibayarkan kembali. Hal ini membuat Heru dan istri mengalami masalah finansial dan menjual semua asetnya.
Mencermati kondisi tersebut, Agus mengatakan, Kemensos akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kemenlu, KBRI dan Kemenkes terkait dana pensiun milik Heru dan perawatan kesehatannya karena ia perlu menjalani operasi kornea mata. Hal ini dikatakan saat Wamensos Agus mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengunjungi langsung Heru di pusat rehabilitasi STPL Bekasi.
“Tetapi apapun nanti Kemensos akan berdiskusi dengan Kementerian terkait, termasuk dengan keluarga, kira-kira nanti jalan terbaiknya seperti apa. Apakah Kemenlu nanti melalui KBRI juga akan melakukan pengecekan apakah uang pensiunnya juga masih bisa dicairkan,” ujarnya.
Menurutnya, apabila persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa Heru harus kembali ke Kanada, hal itu akan lebih baik bagi kondisi kesehatannya.
Agus menambahkan, semua masih menunggu hasil koordinasi antar pemerintah dan juga keluarga untuk menentukan langkah-langkah terbaik selanjutnya dalam penanganan Heru dan istri.
Sementara itu, Dini yang merupakan salah satu perwakilan keluarga Heru menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah dalam membantu keluarganya.
“Terima kasih perhatiannya kepada kami,” ujarnya.[]



