Benarkah Ketombe dan Kulit Kepala Gatal Picu Rambut Rontok?

JAKARTA – Ketombe sering kali muncul di saat yang tidak diinginkan, misalnya menjelang acara penting atau ketika seseorang sedang mengalami banyak tekanan.

Selain menimbulkan serpihan putih di rambut dan pakaian, kondisi ini juga kerap disertai kerontokan rambut sehingga memicu kekhawatiran.

Lantas, benarkah ketombe menjadi penyebab rambut rontok?

Dokter kulit dan pakar longevity, Kiran Sethi, menjelaskan bahwa ketombe tidak secara langsung merusak folikel rambut. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi pemicu terjadinya kerontokan rambut.

“Secara medis, ketombe itu sendiri tidak secara langsung menghancurkan folikel rambut, tetapi ia adalah katalisator yang sangat mungkin menyebabkan kerontokan rambut sekunder,” ujar Sethi, seperti dikutip dari Vogue India, Minggu (5/7/2026).

Ketombe Bisa Memicu Kerontokan Rambut

Menurut Sethi, kerontokan rambut yang terjadi bukan disebabkan oleh serpihan ketombe, melainkan akibat terganggunya keseimbangan mikrobioma kulit kepala serta kebiasaan menggaruk kulit kepala yang gatal.

Penyebab utamanya adalah pertumbuhan berlebihan jamur Malassezia, mikroorganisme yang secara alami hidup di kulit kepala.

Dokter estetika sekaligus pendiri Amber Cosmetology, Naznin Holia, menjelaskan bahwa jamur tersebut dapat mengganggu keseimbangan alami kulit kepala.

“Jamur penyebab ketombe mengiritasi kulit kepala dan sepenuhnya merusak keseimbangan alaminya,” kata Holia.

Sethi menambahkan, Malassezia mengubah sebum atau minyak alami kulit kepala menjadi asam lemak bebas yang memicu peradangan.

“Hal ini merusak pelindung kulit sehingga memicu peradangan mikro di sekitar infundibulum atau bagian atas folikel rambut,” jelasnya.

Peradangan tersebut membuat rambut lebih cepat memasuki fase istirahat atau telogen effluvium, yaitu fase ketika rambut mudah rontok. Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan menggaruk kulit kepala yang menyebabkan batang rambut patah atau tercabut dari akar yang sudah melemah.

Baca juga:  Waktu Terasa Singkat? Simak Hadits Rasulullah tentang Tanda Akhir Zaman

Faktor yang Memperparah Ketombe

Selain pertumbuhan jamur, produksi minyak berlebih juga membuat kulit kepala menjadi tempat ideal bagi Malassezia untuk berkembang.

Kebiasaan keramas menggunakan sampo berbahan keras setiap hari juga dapat memperburuk kondisi karena menghilangkan lapisan pelindung alami kulit kepala.

“Kulit kepala kemudian memproduksi lebih banyak minyak sebagai bentuk kompensasi untuk melindungi dirinya sendiri,” ujar Holia.

Sementara itu, penggunaan minyak rambut berat seperti minyak kelapa atau minyak zaitun justru dapat memperparah ketombe karena menjadi sumber makanan bagi jamur.

“Asam lemak jenuh bertindak sebagai ‘makanan’ bagi jamur Malassezia yang lipofilik. Hal ini mendorong perkembangbiakan jamur, mempercepat peradangan, meningkatkan pengelupasan, dan memperparah kerontokan rambut,” kata Sethi.

Selain itu, stres, kurang tidur, perubahan cuaca, hingga penumpukan produk penata rambut juga dapat memicu peradangan pada kulit kepala.

Bedakan Ketombe dengan Dermatitis Seboroik

Para ahli mengingatkan pentingnya membedakan ketombe biasa dengan dermatitis seboroik.

Kulit kepala kering umumnya ditandai serpihan putih kecil yang mudah rontok, terutama saat cuaca dingin.

Sebaliknya, dermatitis seboroik menghasilkan serpihan yang lebih besar, berwarna kekuningan, berminyak, dan menempel kuat di kulit kepala. Kondisi ini biasanya disertai kemerahan, iritasi, dan rasa gatal yang berlangsung terus-menerus.

Baca juga:  USK Perkuat Jejaring Internasional melalui Forum Pendidikan Tinggi Indonesia–Prancis

Pilih Sampo yang Tepat

Untuk mengatasi ketombe sekaligus mengurangi kerontokan, para ahli menyarankan penggunaan sampo medis dengan kandungan antijamur, seperti ketokonazol.

Selain itu, kandungan asam salisilat membantu mengangkat sel kulit mati, sedangkan zinc pyrithione berfungsi mengendalikan produksi minyak di kulit kepala.

Cara penggunaannya juga perlu diperhatikan. Sampo sebaiknya dioleskan hanya pada kulit kepala sambil dipijat perlahan, lalu didiamkan selama tiga hingga lima menit sebelum dibilas.

“Sebelum membilas, oleskan kondisioner tebal atau masker rambut dari bagian tengah hingga ujung rambut,” saran Sethi.

Langkah tersebut membantu menjaga batang rambut agar tidak menjadi terlalu kering setelah menggunakan sampo antiketombe.

Bisakah Rambut Tumbuh Kembali?

Menurut Sethi, rambut umumnya dapat tumbuh kembali apabila penyebab peradangan berhasil diatasi dan kerontokan hanya bersifat sementara.

“Apabila kerontokannya merupakan episode telogen effluvium yang akut dan singkat, yang murni dipicu oleh peradangan jangka pendek dan kebiasaan menggaruk, siklus rambut biasanya akan pulih dengan sendirinya,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, folikel rambut biasanya kembali memasuki fase pertumbuhan dalam waktu sekitar tiga hingga enam bulan.

Namun, apabila peradangan berlangsung dalam waktu lama dan tidak ditangani, folikel rambut dapat mengalami penyusutan yang berujung pada penipisan permanen atau mempercepat munculnya kebotakan genetik.

Untuk kasus seperti itu, diperlukan penanganan medis, mulai dari penggunaan obat oles, terapi peptida, hingga prosedur klinis seperti low-level laser therapy dan platelet-rich plasma (PRP) guna merangsang pertumbuhan rambut kembali. []

Berita Populer

Berita Terkait