Harga Emas Antam di Pegadaian 5 Juli 2026 Naik Lagi, Cek Rinciannya

JAKARTA – Harga emas Antam di Pegadaian kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Minggu (5/7/2026) dibandingkan hari sebelumnya.

Berdasarkan data Galeri 24 Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram naik Rp19.000, dari Rp2.758.000 menjadi Rp2.777.000. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali masih bertahan di level Rp2.476.000 per gram.

Kenaikan harga juga terjadi pada ukuran lainnya. Emas Antam ukuran 0,5 gram kini dijual seharga Rp1.441.000 dengan harga buyback Rp1.238.000. Untuk ukuran 2 gram, harganya menjadi Rp5.492.000 dengan buyback Rp4.952.000, sedangkan ukuran 3 gram dipasarkan seharga Rp8.211.000 dengan harga buyback Rp7.429.000.

Pada ukuran menengah, emas Antam 5 gram dibanderol Rp13.650.000 dengan harga buyback Rp12.381.000. Sementara ukuran 10 gram dijual Rp27.243.000 dengan harga buyback Rp24.763.000.

Adapun emas Antam ukuran 25 gram dipasarkan seharga Rp67.977.000 dengan harga buyback Rp61.604.000. Untuk ukuran 50 gram, harganya mencapai Rp135.871.000 dengan buyback Rp123.209.000, sedangkan ukuran 100 gram dijual Rp271.661.000 dengan harga buyback Rp246.418.000.

Sementara itu, emas Antam ukuran 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram belum tersedia di Pegadaian pada perdagangan hari ini.

Baca juga:  Kemenperin Percepat Pemulihan 3.020 Industri Kecil Terdampak Bencana

Daftar harga emas Antam di Pegadaian

  • 0,5 gram: Rp1.441.000
  • 1 gram: Rp2.777.000
  • 2 gram: Rp5.492.000
  • 3 gram: Rp8.211.000
  • 5 gram: Rp13.650.000
  • 10 gram: Rp27.243.000
  • 25 gram: Rp67.977.000
  • 50 gram: Rp135.871.000
  • 100 gram: Rp271.661.000

Daftar harga buyback emas Antam di Pegadaian

  • 0,5 gram: Rp1.238.000
  • 1 gram: Rp2.476.000
  • 2 gram: Rp4.952.000
  • 3 gram: Rp7.429.000
  • 5 gram: Rp12.381.000
  • 10 gram: Rp24.763.000
  • 25 gram: Rp61.604.000
  • 50 gram: Rp123.209.000
  • 100 gram: Rp246.418.000

Harga emas dunia menguat

Di pasar global, harga emas naik ke kisaran US$4.170,25 per ons pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Logam mulia tersebut menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni dan mencatat kenaikan sekitar 2 persen dalam sepekan setelah sebelumnya melemah selama empat pekan berturut-turut.

Penguatan harga emas dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan sehingga mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Data terbaru menunjukkan ekonomi Amerika Serikat hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah proyeksi pasar yang mencapai 110.000. Angka tersebut juga menjadi yang terendah dalam empat bulan terakhir.

Baca juga:  Produk Pangan Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp89,5 Miliar di Food Taipei Mega Show 2026

Kondisi ini membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi sekitar 50 persen, dari sebelumnya 66 persen sebelum laporan ketenagakerjaan dirilis.

Prospek suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas karena menekan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, dolar Amerika Serikat juga berada di jalur penurunan mingguan terbesar sejak April, sehingga turut memberikan sentimen positif bagi harga emas.

Permintaan emas juga mendapat dukungan dari pembelian bank sentral. Berdasarkan data World Gold Council, bank-bank sentral menambah 41 ton metrik emas ke cadangan mereka sepanjang Mei.

Di pasar fisik, permintaan emas di India melemah seiring kenaikan harga. Sebaliknya, minat beli dari China menunjukkan perbaikan.

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak dunia naik 2,41 persen menjadi US$62,40 per ons pada perdagangan Jumat (3/7/2026). []

Berita Populer

Berita Terkait