TANGERANG SELATAN – Pelaku penipuan bisa memindahkan uang hasil kejahatan ke banyak rekening hanya dalam hitungan menit. Akibatnya, peluang penyelamatan dana korban semakin kecil apabila laporan baru disampaikan beberapa jam setelah kejadian.
Kondisi inilah yang mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk Indonesia Anti-Scam Center (IASC) sebagai pusat koordinasi penanganan penipuan transaksi keuangan.
Melalui IASC, OJK mempercepat penundaan transaksi, memblokir rekening yang diduga digunakan pelaku, hingga membantu penyelamatan sisa dana milik korban.
Sekretariat Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Hudiyanto mengatakan kecepatan menjadi faktor utama dalam penanganan kasus penipuan. Karena itu, masyarakat diminta segera melapor ketika menjadi korban.
“IASC sendiri, ini ada beberapa hal yang akan kami lakukan, utamanya dalam melakukan penundaan transaksi secara cepat. Dan kecepatan ini lagi-lagi juga harus diiringi dengan penyampaian laporan yang cepat. Karena data yang kami terima, 80% dari pelapor yang menyampaikan laporan ke IASC itu di atas 12 jam,” terang Hudiyanto dalam Journalist Class OJK di Tangerang Selatan, Senin (29/6/2026).
Menurut Hudiyanto, laporan yang terlambat membuat peluang penyelamatan dana semakin kecil. Sebab, pelaku dapat memindahkan aliran dana ke banyak rekening lain dalam waktu yang sangat singkat.
“Dalam waktu beberapa menit, mereka sudah bisa tembus ke layer 4. Layer 4 itu bukan berarti 1 turun ke 2, turun ke 3, turun ke 4. Tidak. Satu itu bisa menyebar. Jadi dari satu bisa jadi lima, dari lima itu menyebar. Jadi mereka sudah sangat sistematis,” ujarnya.
Salah satu modus yang banyak ditangani IASC ialah impersonation atau fake call, yakni pelaku menyamar sebagai pihak tertentu untuk mengelabui korban agar mentransfer uang.
Pelakunya pura-pura mengatasnamakan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang telah berizin di OJK dengan membuat situs yang tampilannya menyerupai kanal resmi.
“Contoh impersonate ini yang lagi marak terkait dengan logam mulia itu mereka cermati. Mereka buatlah Antamlogamulia-id.com, padahal yang berizin officialnya adalah logammulia.com. Bedanya apa? Bedanya ketika kita mengakses Antamlogamulia-id.com mereka biasanya minta transfer ke rekening pribadi,” jelasnya.
Selain impersonation, terdapat sejumlah modus lain yang paling banyak dilaporkan ke IASC. Penipuan transaksi belanja menjadi modus terbanyak dengan 77.740 laporan. Disusul impersonation atau fake call sebanyak 47.269 laporan, penipuan investasi 26.649 laporan, penipuan kerja 23.910 laporan, dan penipuan melalui media sosial sebanyak 20.469 laporan.
Dalam menjalankan tugasnya, IASC tidak bekerja sendiri. OJK menggandeng perbankan, penyelenggara jasa pembayaran, fintech, perusahaan efek, e-commerce, asosiasi industri, kementerian/lembaga hingga Satgas PASTI. Dari sisi penegakan hukum, IASC juga berkoordinasi dengan Polri.
Blokir Rekening
Kinerja IASC pun terus meningkat sejak mulai beroperasi pada 22 November 2024. Hingga 31 Mei 2026, IASC telah menerima 579.459 laporan pengaduan. Dari laporan tersebut terdapat 998.558 rekening yang dilaporkan terkait dugaan penipuan.
Sebanyak 515.554 rekening atau 51,63% di antaranya telah diblokir. Nilai dana yang berhasil diblokir mencapai Rp 638,9 miliar. Selain itu, terdapat 120.115 nomor telepon yang turut dilaporkan dalam penanganan kasus penipuan. Dari seluruh upaya tersebut, IASC berhasil mengembalikan dana korban sebesar Rp169,3 miliar.
Dilihat dari persebaran wilayah, laporan scam paling banyak berasal dari Pulau Jawa dengan 404.502 laporan. Selanjutnya Sumatera sebanyak 92.458 laporan, Kalimantan 32.779 laporan, Sulawesi 22.521 laporan, Bali dan Nusa Tenggara 21.323 laporan, Maluku dan Papua 5.646 laporan, serta 232 laporan berasal dari luar negeri.
Sementara itu, berdasarkan provinsi, Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah laporan scam tertinggi sebanyak 119.750 laporan. Disusul DKI Jakarta sebanyak 84.845 laporan, Jawa Timur 81.548 laporan, Jawa Tengah 66.402 laporan, dan Banten 40.458 laporan. []


