Fakultas Psikiloloi UIN Banda Aceh Jajaki Kerja Sama dengan Kesmenesia dan Yayasan Ruanita untuk Program Kesehatan Mental

BANDA ACEH – Fakultas Psikologi UIN Banda Aceh memulai penjajakan kerja sama internasional dengan Kesmenesia dan Yayasan Ruanita Perempuan Indonesia untuk pengembangan program kesehatan mental, pendidikan psikologi, dan penguatan jejaring profesional Indonesia di Eropa.

Pembahasan awal kerja sama itu dilakukan melalui pertemuan daring, Jumat, (26/6/2026).

Kesmenesia merupakan organisasi profesional kesehatan mental Indonesia di Eropa yang berfokus pada pengembangan kompetensi, etika profesi, dan layanan kesehatan mental bagi diaspora Indonesia.

Dekan Fakultas Psikologi UIN Banda Aceh, Prof Muslim, mengatakan kolaborasi internasional menjadi bagian penting dari strategi internasionalisasi kampus, terutama setelah Prodi Psikologi pada fakultas tersebut meraih akreditasi unggul.

“Kerja sama ini diharapkan dapat diwujudkan melalui seminar internasional, penguatan keterlibatan mahasiswa, serta berbagai program akademik yang memberikan manfaat bagi pengembangan institusi,” kata Muslim dalam pertemuan tersebut.

Baca juga:  Starting Grid MotoGP Belanda 2026: Jorge Martin Pole, Marc Marquez Posisi Ketujuh

Pertemuan itu juga membahas penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan hukum kerja sama. UIN Banda Aceh menilai dokumen tersebut penting untuk menjamin keberlanjutan program sekaligus memperkuat rekam jejak kemitraan internasional perguruan tinggi.

Rancangan MoU direncanakan melibatkan tiga unsur, yakni Kesmenesia, mahasiswa melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi, dan organisasi profesi terkait, termasuk Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Aceh.

Sejumlah perwakilan Kesmenesia hadir dalam pertemuan itu, antara lain Aulia Farsi yang bertugas pada Departemen Psikiatri Divisi Integrasi Asklepios Klinik Hamburg, Anna Knöbl selaku pendiri Yayasan Ruanita Perempuan Indonesia dan mahasiswa doktoral di Passau, Sven Juda yang menempuh studi magister psikologi organisasi di Belanda, serta Fransisca Hapsari, mahasiswa doktoral psikologi pendidikan di Jerman.

Baca juga:  Masyarakat Aceh Demo Kementerian ESDM Desak Bahlil Batalkan PoD Blok Andaman

Para pihak juga menyepakati rencana penyelenggaraan kegiatan kolaboratif pertama pada peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia, 10 Oktober 2026. Program tersebut dirancang melibatkan mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Banda Aceh dan masyarakat umum melalui kegiatan edukasi daring yang disertai sertifikat.

Menurut Aulia Farsi, keterlibatan organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam pengembangan jejaring dan edukasi kesehatan mental. Ia akan menjadi penghubung utama dalam penyusunan draf MoU dan koordinasi program lanjutan antara Kesmenesia dan Fakultas Psikologi UIN Banda Aceh.

Melalui kerja sama ini, ketiga lembaga berharap dapat membangun kolaborasi berkelanjutan di bidang psikologi, kesehatan mental, pendidikan, dan penguatan jejaring profesional Indonesia di tingkat internasional. []

Berita Populer

Berita Terkait