Gempa M 6,7 Bikin Air Laut Teluk Palu Surut

PALU – Badan Geologi mengungkap dugaan penyebab air laut di Teluk Palu sempat surut saat gempa berkekuatan magnitude (M) 6,7 mengguncang Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Fenomena yang sempat viral di media sosial ini diduga dipicu penurunan lahan.

“Fenomena surutnya air laut di Teluk Palu, kemungkinan berasal dari penurunan lahan yang menyebabkan sebagian dataran pantai amblas ke dalam laut saat mendapat guncangan bumi,” kata Plt Kepala Badan Geologi Lana Sari dalam keterangannya dikutip, Minggu (21/6/2026).

Lana mengakui fenomena itu memang sempat menjadi perhatian. Namun dia memastikan surutnya air laut di Teluk Palu bukan tanda sebagai potensi tsunami pascagempa besar.

“Berdasarkan kajian awal kemungkinan besar fenomena tersebut berkaitan dengan perubahan kondisi daratan pantai akibat guncangan gempa, termasuk kemungkinan penurunan lahan,” tuturnya.

Baca juga:  Gubernur Aceh Takziah ke Rumah Duka Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah

Dia menegaskan, Badan Geologi masih melakukan kajian lebih lanjut terkait gempa tersebut. Lana mengimbau masyarakat tetap tenang sembari menunggu informasi resmi dari instansi terkait.

“Namun kami perlu menegaskan bahwa kajian lebih lanjut masih dilakukan, karena itu masyarakat sebaiknya selalu mengikuti informasi resmi baik itu dari BMKG dan instansi terkait apabila terjadi fenomena yang tidak biasa di wilayah pesisir,” jelas Lana.

Di sisi lain, Lana mengaku gempa M 6,7 merusak bangunan di sejumlah wilayah di Palu. Hal ini menunjukkan episenter gempa berada di wilayah permukiman.

“Adanya dampak kerusakan pada bangunan menunjukkan bahwa lokasi episenter berada dekat dengan permukiman penduduk, diserta dengan kondisi tanah yang lunak, sehingga meningkatkan efek guncangan gempa bumi yang menimbulkan dampak kerusakan,” jelasnya.

Baca juga:  Kemenkum Hibahkan 6,3 Hektar Lahan untuk Sekolah Rakyat di Tangerang

Diketahui, gempa bumi tektonik M 6,7 mengguncang Palu pada Selasa (16/6) pukul 11.27 Wita. Gempa ini turut berdampak di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso hingga Donggala. Salah satu wilayah terdampak adalah Sigi.

Di Sigi, total 3 orang meninggal dunia akibat gempa. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Kamis (18/6) hingga pukul 11.00 Wita, gempa juga membuat 2.109 kepala keluarga (KK) atau 6.412 jiwa terdampak gempa di Sigi.

Sebanyak 1.652 rumah juga mengalami kerusakan di sejumlah wilayah Kabupaten Sigi. Rinciannya 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat.

Selain tiga korban meninggal dunia, BPBD juga mencatat total 108 warga mengalami luka-luka. Rinciannya 91 warga mengalami luka ringan dan 17 orang luka berat akibat gempa. []

Berita Populer

Berita Terkait