JAKARTA – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Nurul Huda Djazuli, memimpin doa dalam rangkaian pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) PBNU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Sabtu (20/6/2026).
Sebelum memanjatkan doa, Kiai Nurul Huda menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU). Di tengah berbagai dinamika yang dihadapi organisasi, ia mengingatkan pentingnya ketulusan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah organisasi sebagaimana dicontohkan para masyayikh NU.
“Kita semua mengerti situasi hari ini. Namun atas keteguhan dan kekuatan para masyayikh kita, NU masih berada dalam keadaan qaiman daiman, tetap tegak dan mampu bertahan hingga sekarang,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap seluruh pimpinan dan pengurus NU dapat terus berjuang dengan tulus dan ikhlas demi kemajuan organisasi.
“Maka semoga para pimpinan dan pengurus NU ini bisa berjuang dengan tulus dan ikhlas,” lanjutnya.
Kiai Nurul Huda kemudian mengutip sebuah kaidah yang selama ini dipegangnya. Menurut dia, keberlangsungan pondok pesantren tidak dapat dipisahkan dari keberadaan NU.
“Jika NU ini hidup maka pondok pesantren ikut hidup. Namun jika NU ini mati, maka otomatis semuanya ikut mati,” katanya.
Karena itu, ia mengaku selalu berdoa agar Allah SWT senantiasa menghidupkan syiar Islam melalui Jam’iyyah Nahdlatul Ulama beserta pondok-pondok pesantren yang berada di bawah naungannya.
“Saya sering berdoa kepada Allah agar selalu menghidupkan syiar Islam di tubuh Jam’iyyah Nahdlatul Ulama ini beserta pondok pesantrennya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Nurul Huda juga mengungkapkan rasa syukurnya karena Pondok Pesantren Al-Falah Ploso menjadi tuan rumah agenda nasional PBNU. Ia mengaku tidak menyangka pesantren yang diasuhnya kini menjadi pusat perhatian para ulama dan pejabat dari berbagai daerah.
“Saya melihat situasi di sini berbeda dari biasanya. Ploso hari ini sangat ramai, banyak ulama dan pejabat yang hadir. Padahal biasanya Ploso ini, sesuai namanya, berada di pelosok,” ungkapnya.
Ia menilai kehadiran para ulama dan tokoh dari berbagai penjuru Indonesia merupakan anugerah bagi masyarakat Ploso dan Kecamatan Mojo secara umum.
“Terima kasih banyak atas kehadiran para ulama semuanya. Semoga jasa panjenengan semua dalam membesarkan NU diterima Allah sebagai amalan shalihan maqbulan,” ujar Kiai Nurul Huda. []


