JBL BandBox Trio Bisa Sulap Lagu Biasa Jadi Karaoke Berkat Teknologi AI

JAKARTA – Ketika mendengar JBL meluncurkan BandBox Trio, saya sempat mengira perangkat ini hanya ditujukan untuk musisi. Maklum, JBL menyebut produk ini sebagai amplifier dan speaker latihan “anak band” yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI). Sebagai orang yang tidak bermain gitar dan tidak memiliki band, saya awalnya merasa perangkat seharga Rp 9 juta ini bukan untuk saya.

Namun, anggapan tersebut berubah ketika saya mencoba salah satu fitur andalannya. Alih-alih langsung tertarik pada fungsi amplifier gitar atau efek pedal virtual yang dibawanya, perhatian saya justru tertuju pada fitur Stem AI yang mampu memisahkan vokal dan instrumen lagu secara real-time.

Dengan fitur ini, lagu favorit yang saya putar dapat berubah menjadi versi karaoke hanya dalam hitungan detik. Bagi saya, inilah fitur yang paling mudah dipahami sekaligus paling menarik dari JBL BandBox Trio.

AI Bisa “Menghilangkan” Suara Penyanyi

Saat sesi hands-on, saya mencoba memutar beberapa lagu melalui JBL BandBox Trio. Biasanya, jika ingin karaoke di rumah, saya harus mencari video karaoke atau lagu “minus one” terlebih dahulu.

Untuk lagu-lagu populer, hal tersebut mungkin mudah dilakukan. Namun, berbeda dengan lagu baru atau kurang populer; mencari versi karaoke terkadang cukup merepotkan.

BandBox Trio menawarkan pendekatan berbeda. Saya cukup memutar lagu seperti biasa, lalu Stem AI pada perangkat akan bekerja memisahkan elemen vokal dan instrumen secara langsung.

Cara mengaktifkan Stem AI juga cukup mudah. Pengguna hanya perlu menekan tombol fitur tersebut di bagian atas speaker; kemudian memutar tuas sesuai opsi “Vocal” yang tampil di layar ke arah kiri.

Setelah fitur diaktifkan, suara penyanyi dapat dikurangi hingga hampir menghilang, sementara musik pengiring tetap terdengar.

Hasilnya memang tidak selalu sempurna seperti rekaman minus one profesional. Pada beberapa lagu, masih terdengar sedikit sisa vokal di latar belakang. Namun secara umum, efek yang dihasilkan sudah cukup untuk menciptakan pengalaman karaoke yang menyenangkan.

Menariknya, seluruh proses dilakukan langsung di perangkat tanpa memerlukan aplikasi tambahan atau layanan berbasis cloud. Saya juga tidak perlu mengunggah lagu ke platform tertentu atau menunggu proses pemisahan audio selesai.

Baca juga:  Cerita Wanita yang Abaikan Hipertensi, Berujung Kena Penyakit Ginjal

Semua berlangsung hampir seketika; meski tetap ada sedikit jeda sekitar satu detik karena Stem AI harus memproses audio sebelum menghasilkan keluaran akhirnya.

Bukan Cuma Vokal yang Bisa Dipisahkan

Setelah mencoba beberapa lagu, saya mengetahui bahwa kemampuan Stem AI pada BandBox Trio tidak hanya terbatas pada menghilangkan vokal. Menurut JBL, teknologi AI yang dibenamkan pada perangkat ini mampu memisahkan berbagai elemen musik, mulai dari vokal, gitar, bass, hingga drum.

Artinya, pengguna dapat mengatur bagian mana yang ingin ditonjolkan atau dikurangi. Bagi musisi, kemampuan ini tentu berguna untuk latihan; mereka bisa menghilangkan bagian gitar untuk dimainkan sendiri atau mengisolasi instrumen tertentu untuk mempelajari teknik sebuah lagu.

Namun dari sudut pandang pengguna rumahan seperti saya, fitur tersebut membuka cara baru dalam menikmati musik.

Saya bisa menjadikan lagu favorit sebagai backing track karaoke tanpa perlu mencari versi khusus, atau sekadar bereksperimen mendengarkan instrumen tertentu yang biasanya tenggelam di balik vokal.

Konsepnya mengingatkan saya pada aplikasi AI pemisah instrumen yang banyak digunakan di komputer dan smartphone. Bedanya, BandBox Trio melakukan seluruh proses tersebut langsung dari perangkat speaker.

Dirancang untuk Musisi

Meski saya lebih tertarik pada fitur karaoke berbasis AI, JBL sebenarnya merancang BandBox Trio untuk kebutuhan musisi.

Perangkat ini dapat berfungsi sebagai amplifier gitar dengan berbagai model amplifier virtual dan efek pedal bawaan. Pengguna cukup menghubungkan gitar ke perangkat untuk mulai berlatih atau bermain musik.

BandBox Trio juga dilengkapi mixer empat kanal (channel) serta berbagai port yang memungkinkan beberapa sumber audio digunakan secara bersamaan. Misalnya, pengguna dapat memasukkan sumber audio dari drum, gitar, bass, dan vokal sekaligus.

JBL turut menyematkan dukungan perekaman melalui USB; fitur ini memungkinkan pengguna merekam sesi latihan maupun ide musik mereka.

Dengan kata lain, perangkat ini menggabungkan beberapa fungsi sekaligus dalam satu produk, mulai dari speaker, amplifier, mixer, hingga perekam audio.

Namun bagi pengguna non-musisi, kemampuan Stem AI untuk memanipulasi lagu secara real-time kemungkinan menjadi fitur yang paling mudah diapresiasi.

Baca juga:  Hitung Ongkos Perjalanan Mobil Secara Akurat dengan TripCostCalc.com

Spesifikasi dan Kualitas Suara JBL BandBox Trio

Dari sisi spesifikasi, JBL BandBox Trio dibekali satu woofer berukuran 6,5 inci dan dua tweeter berukuran 25 mm.

Perangkat ini memiliki daya keluaran hingga 135 watt RMS serta mendukung konektivitas Bluetooth 5.4 untuk pemutaran musik nirkabel. BandBox Trio juga dibekali baterai berkapasitas 68 Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 10 jam pemutaran musik; durasi tersebut bergantung pada tingkat volume dan jenis konten yang diputar.

Lantas, bagaimana dengan kualitas suaranya?

Dari pengalaman penggunaan, JBL BandBox Trio menghasilkan karakter audio yang bertenaga dengan vokal yang terdengar jelas serta dentuman bass yang cukup terasa. Musik pengiring tetap terdengar penuh meski fitur AI pemisah vokal sedang digunakan.

Isi Paket Penjualan dan Desain Keseluruhan

Setelah membahas fitur dan kualitas suara, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas isi paket penjualan speaker ini.

Saat membuka kotaknya, isi paket JBL BandBox Trio tergolong sederhana. JBL menyertakan unit BandBox Trio, panduan memulai cepat (Quick Start Guide), dokumen keselamatan, kartu garansi, serta kabel daya dengan kepala colokan yang berbeda-beda.

Kesan pertama ketika mengangkat perangkat ini adalah ukurannya yang cukup besar dibandingkan speaker portabel biasa. Bobotnya mencapai sekitar 6,65 kilogram; sehingga terasa cukup berat, tetapi masih dapat dipindahkan ke berbagai ruangan.

Desainnya mengusung bahasa desain khas JBL dengan dominasi warna hitam dan bodi kokoh. Dudukan serta bagian ujung speaker dilapisi material karet untuk membantu melindungi perangkat dari benturan.

Grille speaker memenuhi bagian depan perangkat lengkap dengan logo “JBL”; sementara sejumlah tombol, kenop, tuas fisik, dan layar ditempatkan di bagian atas untuk memudahkan pengaturan.

Saat pertama kali dinyalakan, proses penyambungan ke smartphone melalui Bluetooth berlangsung cepat tanpa perlu mencari perangkat secara manual.

Untuk harga, JBL membanderol BandBox Trio sebesar Rp 9 juta di Indonesia. Pengguna yang tertarik meminang speaker Bluetooth “raksasa” ini dapat melihat isi kelengkapan, desain, pengujian efek suara, serta fitur Stem AI melalui konten Instagram KompasTekno. []

Berita Populer

Berita Terkait