Telkom Siapkan Buyback Saham hingga Rp4 Triliun, Tunggu Persetujuan RUPS

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Rencana aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026.

Apabila memperoleh persetujuan pemegang saham, pelaksanaan buyback dapat dilakukan mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Idul Adha 1447 H

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), seluruh dana yang disiapkan untuk aksi korporasi tersebut berasal dari kas internal perusahaan.

Manajemen Telkom menyatakan langkah buyback dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan, sekaligus mempertahankan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap prospek bisnis perusahaan.

HARI LAHIR PANCASILA

“Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis manajemen Telkom dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (7/6).

Baca juga:  Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polda Aceh Gelar Car Free Day dan Berbagai Layanan Publik

Perseroan menjelaskan bahwa pembelian kembali saham dapat dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, baik secara bertahap maupun sekaligus. Namun jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor sesuai ketentuan yang berlaku.

Manajemen juga memastikan pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. Telkom menilai posisi kas dan arus kas saat ini masih cukup kuat untuk mendanai aksi korporasi tersebut sekaligus mendukung kebutuhan operasional bisnis.

“Tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup,” lanjut manajemen.

Baca juga:  Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Meski demikian, penggunaan dana untuk buyback diperkirakan akan mengurangi aset dan ekuitas perusahaan hingga maksimal Rp4 triliun. Namun Telkom menilai dampaknya terhadap kinerja dan rasio keuangan perseroan relatif terbatas.

Dalam simulasi yang dipaparkan perusahaan, laba per saham (earnings per share/EPS) justru berpotensi meningkat menjadi 183,1 setelah pelaksanaan buyback, dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 179,8.

Selain itu, perseroan memastikan porsi saham yang beredar di publik (free float) tetap memenuhi ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia, yakni tidak kurang dari 15 persen dari total saham tercatat.

Melalui aksi buyback ini, Telkom berharap dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memperkuat persepsi pasar terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan.[]

Berita Populer

Berita Terkait